Beranda Terhangat Bacakan Puisi saat Aksi Berlangsung, Mahasiswa Harap Aspirasinya Didengar

Bacakan Puisi saat Aksi Berlangsung, Mahasiswa Harap Aspirasinya Didengar

BERBAGI
Rika Yusrina saat membacakan puisi pada aksi 11 April 2022 di DPRA. 11/04/2022. (Shella Agustia Putri/DETaK)

Teuku Ichlas Arifin | DETaK

Banda Aceh – Aksi demonstrasi 11 April 2022 diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Mahasiswa Aceh (GMMA) beramai-ramai menuju ke DPRA untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait beberapa isu nasional yang banyak dibicarakan saat ini.

Pada saat memasuki Gedung DPRA, para perwakilan mahasiswa mulai berorasi demi menyuarakan aspirasi masyarakat. Pada sela-sela sesi orasi, terdapat pembacaan puisi yang dibawakan oleh Rika Yusrina, mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK). Pada saat sesi pembacaan puisi tersebut terdengar tepuk tangan serentak oleh demonstran yang berada di lokasi tersebut.

Iklan Souvenir DETaK

Tim DETaK berkesempatan mewawancarai Rika setelah tampil dalam pembacaan puisi tersebut. Rika menyebutkan tujuan adanya orasi dari mahasiswa ini adalah supaya suara dan aspirasi mereka dapat didengar oleh pemerintah, pesan-pesan yang ia sampaikan dalam pembacaan puisi serta pesan-pesan dari demonstran lain diharapkan dapat diindahkan oleh pemerintah.

“Ya mungkin kebijakan-kebijakannya diperbaiki lagi, gitu,” ujarnya.

Rika juga mengatakan bahwa isu-isu utama yang dibawa pada saat aksi di DPRA adalah isu mengenai kenaikan harga BBM, minyak goreng yang sulit didapatkan, hingga isu perpanjangan masa presiden 3 periode.

“Tapi yang poin utama lebih ke nasib masyarakat kita kan seperti kenaikan BBM itu yang paling penting,” pungkasnya.

Rika berharap dalam aksi yang digelar pada 11 April 2022 ini agar aspirasi dari mahasiswa didengar serta adanya perbaikan pada kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang tepat. [*]

Editor: Sahida Purnama