Siaran Pers | DETaK
Banda Aceh- Tsunami pada tahun 2004 silam memberikan kerugian besar bagi masyarakat Aceh. Kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat, namun juga pada penyelenggaraan pendidikan, termasuk menewaskan puluhan ribu siswa dan guru 1.488 sekolah rusak sehingga menyebabkan sekitar 150.000 siswa terganggu proses pendidikannya.
Saat ini masyarakat Aceh juga dihadapkan dengan bencana yang disebabkan oleh bahaya non alam yaitu pandemi COVID19. Terjadinya bencana seperti gempa bumi dan tsunami di era pandemi COVID-19 tentunya akan memberikan dampak yang semakin buruk bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Universitas Syiah Kuala (USK) terdorong untuk berkontribusi memberikan edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang berjudul “Edukasi bencana melalui adaptasi game werewolf dan kearifan lokal Aceh di Dayah Darul Hikmah”.
Tim PKM-PM USK ini diketuai oleh Ghazi Maulana (Fakultas Kedokteran/ FK 2018, dan beranggotakan Uswatun Hasanah (Fakultas Kedokteran Gigi/ FKG 2018), Salwa Hanum (Fakultas Teknik/ FT 2018), Syifa Urrahmi (FT 2018), dan Teuku Afzal Zikri (FT 2018). Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Rina Suryani Oktari, yang merupakan dosen FK USK dan peneliti TDMRC.
Kegiatan PKM-PM ini mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam hal ini disampaikan langsung oleh Bapak Ilyas, MP selaku Kepala Pelaksana BPBA, serta dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), yang disampaikan oleh Bapak Irwan pada saat tim beraudiensi ke BPBA dan DPDA.
Dalam kegiatan PKM-PM yang dilakukan, tim memperkenalkan metode edukasi kebencanaan melalui permainan yang disebut SERGANA (Serigala Siaga Bencana). Permainan SERGANA ini diadopsi dari game werewolf, yang cukup populer di banyak negara bahkan di Indonesia. Game werewolf ini bentuknya adalah permainan kartu yang membutuhkan skill bermain peran, berasumsi, menginterogasi dan logika.
Permainan SERGANA ini secara kontennya sudah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan memasukkan pengetahuan mengenai pengetahuan bencana (khususnya gempa bumi, tsunami dan pandemi COVID-19) dan kearifan lokal Aceh (seperti nandong smong, Rumoh Aceh, buah jamblang dan tanaman nilam), sehingga terbentuklah permainan yang cocok dimainkan, baik secara luring maupun daring. Permainan ini dapat dimainkan 6 sampai 12 orang.
Sebagai piloting sekolah, tim memilih Dayah Darul Hikmah, Aceh Besar yang terletak di Kawasan rawan tsunami. Namun, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya terbatas kepada Dayah Darul Hikmah melainkan menyebar kepada masyarakat yang lebih luas terutama generasi Z penerus bangsa yang senang memainkan game baik itu melalui media daring maupun luring.
Harapannya permainan SERGANA ini dapat menjadi game yang populer di tanah air agar bisa meningkatkan pengetahuan kebencanaan dengan cara yang mengasyikkan. []
Editor: Hijratun Hasanah






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


