Beranda Puisi Mesin Waktu

Mesin Waktu

BERBAGI
Grafis. (Afif Wicaksono [AM]/DETaK )

Puisi | DETaK

Sinar fajar mulai menyingsing, mengusir gelap malam
Menggulung hawa dingin, menyelimutkan diri pada dekapan sang surya
Burung-burung mulai berkicau, melantunkan simfoni alam
Di saat itu, tubuhku terhanyut ke dalam mesin waktu

Langkah demi langkah ku jejakkan
Menapaki anak tangga yang terasa seperti alur waktu
Satu langkah mengantarku pada harapan kesuksesan
Satu langkah lainnya membawaku kembali ke masa putih abu-abu

Iklan Souvenir DETaK

Teringat jelas dalam ingatanku, betapa beratnya harapan yang ku pikul dulu
Berharap langkahku akan sampai pada tempat yang ku impikan—universitas yang kupuja
Kini, langkahku telah tiba di sini
Di tempat yang dulu hanya asa yang tergantung, kini doa besar ku panjatkan

Masa ini bukan lagi masa kegaduhan bagiku
Kini saatnya membawa pulang ilmu yang lebih berat daripada buku-buku yang ku baca
Ku peluk erat tubuhku, sambil berkata
“Ini bukan mesin waktu, ini adalah takdir baruku”

Penulis Bernama Afif Wicaksono, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala

Editor: Amirah Nurlija Zabrina