Puisi | DETaK
Waktu berjalan, tanpa suara,
menyelinap di antara helaan napas manusia.
Ia tak menoleh, tak menunggu,
meski ada hati yang masih ingin tinggal di masa lalu.
Setiap detik adalah rahasia,
setiap menit menyimpan cerita,
jam berdetak, membawa langkah,
menuju entah yang disebut esok.

Waktu tak pernah berhenti,
tapi kita sering terpaku di sini,
memandang bayangan sendiri,
bertanya: ke mana perginya mimpi?
Namun waktu juga guru yang lembut,
mengajari kita arti kehilangan,
bahwa tak semua harus dimiliki,
dan tak semua yang hilang perlu disesali.
Sebab waktu bukan musuh,
ia hanya jalan yang harus dilalui,
agar kita tahu:
setiap detik adalah kesempatan untuk kembali menjadi lebih berarti.
Penulis adalah Selvi Dianingsih, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Rimaya Romaito Br Siagian










