Puisi | DETaK
Baik baik kudengarkan
Saut sautan perih diantara keramaian

Basah terasa di kaki malam, ia tak terlihat
Ku hampiri sosok dengan senyum
Setulus seorang ibu untuk putrinya.
Namun beban sebanyak butiran air di lautan.
Ia mengucapkan…
Terimakasih untuk sepotong roti, yang dapat menggumpal laparnya seharian
Meski ia terlihat terus mengharapkan sesuatu
Namun semangat dan rasa syukurnya tak pernah luntur.
Diantara kiasan dan rintik hujan turun
Terjatuh membasahi setiap helai rambutnya
Senyumnya terus terlukis
Seolah mengisyaratkan
Ada yang lebih penting disana.
Matanya terus menatap
Layaknya menyatakan telah dan ingin selayak mereka yg bahagia
Namun kakinya kuat mendaki
Menggapai tujuannya untuk terus berjalan.
Tidakkah seharusnya semua bersyukur
Selalu selepas melihat kokoh badannya
Sengangkut menarik setiap beban yang ada
Tidakkah semua yang merasakan perihnya suatu perjuangannya antara
kematian dan kehidupan ikut menitikkan kesedihan?
Seolah olah sosoknya adalah
malaikat yang mengajarkan betapa
kejamnya dan menusuknya kehidupan …
Penulis bernama Ainurrahmah Elhalimi, Mahasiswi Program Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Sara Salsabila










