Puisi | DETaK
Merah putih menari di langit Indonesia
Bendera pusaka negeri khatulistiwa

Merah dan putih mempesona
Membakar semangat pemuda bangsa
Bergelora cinta di dada bergejolak darah di nadi
Bertuan di sanubari bertakhta dalam hati
Tak kubiarkan pecundang mengerumun
Kupertahankan walau nyawa tergadai
Kata merdeka tersemat bagai maklumat lorongan
Asa kata yang hingga kini masih bertanya makna belum terjawab
Kata itu masih berjuang akan hakikat
Masih berjuang untuk arti yang terikat
Hak yang masih pelikat peluk pejuang di tiang gantung
Tak terganti hingga indahnya gema
Tak tersapu walau gelombang menerjang
Pantai menjulang akan tersimpan pada kalbu melayu
Darah Cut Nyak Dien berbekas dalam pilu
Seketika Cut Mutia tewas dengan tiga peluru
Pahlawan bangsa kini telah terbujur kaku
Harapan surga masih terus disebut dalam doa
Anak cucu Indonesia raya menggema pada setiap penjuru
Negeri mengisahkan cerita ratusan tahun silam
Ratusan tahun pula bumi ini dijajah penuh perjuangan
Penuh perjuangan telah terpateri mengusir penjajah
Berjuang demi tegaknya NKRI
Wahai pemuda harapan bangsa
genggam erat negeri ini
Jangan kau lepas meski hidup dalam aksi
Semoga engkau tetap berjaya
namamu akan harum abadi
Penulis bernama Jamalidiana, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Cut Irene Nabilah










