Beranda Film Vigilante: Palu Keadilan di Tangan Rakyat, Kritik Tajam Terhadap Hukum yang Cacat.

Vigilante: Palu Keadilan di Tangan Rakyat, Kritik Tajam Terhadap Hukum yang Cacat.

BERBAGI
Poster Drama Vigilante (Dok. Ist)

Resensi | DETaK

Judul Asli : ???? (Bijillante)
Judul Inggris : Vigilante
Genre : Action, Thriller, Crime, Dark Hero, Psychological
Adaptasi Dari : Webtoon berjudul sama karya CRG (Penulis) dan Kim Gyu-sam (Ilustrator)
Jaringan Tayang : Disney+ Hotstar
Jumlah Episode : 8 Episode
Tahun Rilis : 2023
Sutradara : Choi Jeong-yeol
Penulis Naskah : Lee Min-seop (Drama)
Dibintangi : Nam Joo-hyuk ( Kim Ji-yong ), Yoo Ji Tae ( Jo Heon ), Lee Joon-hyuk ( Jo Gang-ok ), Kim
So-jin ( Choi Mi-ryeo )

“Vigilante” adalah serial drama action-thriller korea Selatan yang lugas dan intens. Drama yang dirilis pada 8 November 2023 ini berhasil mengadaptasi Webtoon berjudul sama dengan menghadirkan atmosfer kelam yang memukau. Lebih dari sekadar tontonan yang penuh ketegangan, drama ini menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap kegagalan sistem peradilan dalam memberikan keadilan yang setimpal. Disutradarai oleh Choi Jeong-yeol, drama ini dibintangi oleh Nam Joo-hyuk ( Kim Ji-yong ), Yoo Ji Tae ( Jo Heon ), Lee Joon-hyuk ( Jo Gang-ok ), dan Kim So-jin ( Choi Mi-ryeo).

Iklan Souvenir DETaK

Drama delapan episode ini, berpusat pada Kim Ji-yong (Nam Joo-hyuk), seorang mahasiswa Akademi Kepolisian yang menjalani kehidupan ganda dan berbahaya. Didorong oleh tragedi masa kecil ketika ibunya tewas akibat pemukulan brutal oleh preman yang hanya menerima hukuman ringan dan kembali berbuat ulah tanpa penyesalan, Ji-yong menggunakan pelatihan fisik dan pengetahuannya tentang prosedur kepolisian untuk bertransformasi menjadi Vigilante di malam hari.

Sosok vigilante adalah perwujudan kemarahan publik terhadap para residivis yang memicu dukungan moral di
tengah masyarakat yang frustasi dan ketakutan akan kegagalan hukum. Aksi vigilante ini menarik perhatian Jo Heon (Yoo Ji-tae), Kepala Unit Investigasi Metropolitan yang ditugaskan memburu Vigilante. Ia percaya bahwa meskipun tujuannya baik, tetapi tindakan Vigilante merusak supremasi hukum dan harus dihentikan. Selain itu, Choi Mi-ryeo (Kim So-jin), seorang reporter ambisius yang secara agresif meliput dan mempopulerkan Vigilante demi menaikkan rating
ikut tertarik bersamaan dengan Jo Gang-ok (Lee Joon-hyuk), seorang eksekutif kaya yang terobsesi. Ia menggunakan sumber daya finansial dan informasi rahasia perusahaannya untuk diam-diam melindungi dan mendukung sang dark hero. Narasi yang padat dalam delapan episode ini tidak hanya berfokus pada aksi, tetapi juga mengupas bagaimana tindakan tunggal Vigilante dapat memengaruhi opini publik dan politik.

Drama vigilante memiliki banyak keunggulan, terutama pada adegan aksinya. erbeda dengan drama action lain yang cenderung mengandalkan senjata api atau tajam, pertarungan ji-yong terasa lebih brutal dan memuaskan karena lebih mengandalkan pertarungan tangan kosong dan bela diri. Performa Nam joo-hyuk dalam drama ini tidak dapat diragukan lagi. Ia berhasil menampilkan dualitas antara karakter Kim Ji-yong yang polos dan tenang mahasiswa kepolisian dan karakter yang dingin serta buas Vigilante. Fisiknya yang prima menjadi nilai tambah sebagai seorang dark hero yang tak kenal ampun. Selain itu, penampilan Yoo Ji-tae sebagai Jo Heon menjadi penyeimbang yang
sempurna. Dengan tubuhnya yang besar dan aura indimidasi yang kuat membuat ia benar-benar terlihat seperti “monster” di pihak penegak hukum. Hubungan antara jo heon dan vigilante menjadi jantung konflik moral dalam drama ini.

Meskipun kuat, terdapat beberapa hal yang menjadi kelemahan dari drama ini. Pemadatan durasi delapan episode menyebabkan fokus narasi menjadi terlalu terpusat, sehingga pendalaman pada keadaan sekitar terasa kurang. Ide munculnya peniru Vigilante adalah langkah brilian untuk menguji moralitas Vigilante asli, namun lagi-lagi penyelesaian konflik ini terasa terlalu cepat dan kurang mendalam. Selain itu, tingkat kekerasan dan nuansa gelap dari Vigilante sangat intens dan dapat terasa mengganggu bagi beberapa penonton. Tindakan main hakim sendiri yang digambarkan scara gamblang menjadi poin sensitif pula bagi sebagian orang.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, secara keseluruhan drama “Vigilante” adalah tontonan yang sangat cocok bari para penggemar genre action-thriller yang menyukai kisah berlatar konflik moral. Drama ini berhasil mencapai tujuannya yang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga memaksa penonton untuk merenungkan mengenai Batasan antara hukum dan keadilan, serta mempertanyakan pembenaran vigilantism jika hukum gagal menjalankan tugasnya. Drama ini menjadi pengingat yang kuat bahwa Ketika sistem hukum resmi itu goyah, maka hasrat masyarakat yang ingin melihat keadilan ditegakkan akan mencari jalannya sendiri. Dengan akhir cerita yang ambigu dan provokatif, drama ini membuka jalan untuk kemungkinan kelanjutan musim berikutnya.

Penulis Bernama Nurul Asya Salda, Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala.

Editor : Zarifah Amalia