Opini | DETaK
Universitas Syiah Kuala (USK) saat ini sedang disemarakkan dengan pesta demokrasi atau biasa disebut PEMIRA (Pemilihan Raya). Kegiatan yang selalu berlangsung setiap tahunnya. Namun sepertinya tahun ini menjadi tahun yang terlihat lebih meresahkan. Kita tahu bahwa dalam menyukseskan agenda besar ini, kampus perlu kinerja Komisi Pemilihan Raya (KPR) yang bagus dan profesional. Tanpa membawa ego atau adanya kepentingan pribadi. Jangan sampai demokrasi di kampus kita tercinta dikebirikan!
Sampai sejauh ini KPR belum menunjukkan taringnya. Padahal jika mengikut jadwal (timeline) PEMIRA yang diposting di Instagram seharusnya sekarang sudah selesai segala proses seremonial PEMIRA. Sebenarnya ada apa dengan kinerja KPR yang terkesan lambat ini? Kami para rakyat mahasiswa menunggu kabar baik dari tim KPR.

Kalau kita mau menelisik lebih jauh, ada beberapa kinerja KPR yang kurang sesuai dengan semestinya. Yang pertama, timeline PEMIRA yang kurang jelas alurnya. Aksi di lapangan tidak sesuai dengan timeline yang sudah diunggah di Instagram. Kalau ikut jadwal yang ada, sekarang seharusnya sudah keluar keputusan hasil PEMIRA. Namun ini sudah lewat hampir sebulan dari tenggat waktunya. Di mana sosialisasi PEMIRA dimulai dari Januari lalu dan semestinya selesai di akhir Februari. Sedangkan sekarang sudah memasuki bulan Maret. Sampai saat ini KPR tidak mengeluarkan timeline lanjutan.
Kedua, KPR lambat dalam memberikan keputusan terkait kelanjutan PEMIRA. Padahal rektor sudah mengeluarkan Surat Perintah untuk membuka kembali pendaftaran khusus calon BEMU, yang ditetapkan mulai dari 7 hingga 11 Maret 2022. Hingga kini pihak KPR tidak memberikan pemberitahuan apapun. Tindakan tersebut terlihat kurang sesuai dengan kode etik KPR yang berlaku pada pasal 5 yaitu; kepastian hukum, profesionalitas dan efisiensi. Tidak tahu bagaimana kelanjutan dan kepastian dari PEMIRA ini. Sehingga terkesan seperti membuang-buang waktu. Mengingat sekarang sudah masuk minggu ketiga Maret. Dan juga rektor sudah mengeluarkan surat perkuliahan tatap muka (luring) yang dimulai 7 Maret 2022 lalu.
Jika KPR adalah lembaga yang menjunjung tinggi profesionalitas maka sudah seharusnya KPR bisa menjalankan kerjanya sesuai protokol dan aturan yang telah dibuat. Sesuai kode etik yang berlaku, baik dan juga benar. KPR juga harus bisa mengerti dan paham fungsinya sebagai lembaga yang independen yang taat akan aturan yang sudah ditetapkan. Seharusnya target yang sudah dibuat bisa dicapai secara efesien dengan kepastian hukum. Dengan demikian, baru dapat dikatakan bahwa KPR adalah lembaga yang profesional. Namun semua itu jauh dari kenyataan.
Dan yang ketiga, tidak adanya progress yang signifikan dari KPR. Alias kurang jelas kinerjanya. Belum ada lagi kemajuan lanjutan dari berkas calon DPMU maupun BEMU yang sudah diluluskan. PEMIRA yang semestinya berjalan secara demokratis, jujur, adil dan transparan kini terkesan raib. KPR benar-benar tidak menyatakan sikap apapun, baik terkait surat rektor ataupun terkait kejelasan PEMIRA. Sebenarnya KPR masih ada orangnya kah atau hanya tinggal sekret yang tak berpenghuni?
Kita menginginkan yang terbaik untuk kampus kita tercinta. Kampus adalah miniatur sebuah negara, gambaran kecil sebuah negara. Artinya bahwa di kampus ini tempat kita belajar menjadi seorang organizer, di samping kita menuntut ilmu di bangku perkuliahan. Di sini kita ditempa untuk mengerti yang mana yang baik dan yang mana yang tidak baik. Kita dituntut untuk menjadi agent of change untuk diri sendiri dan sekitar. Maka jadilah mahasiswa yang mengambil peran dan mampu membawa perubahan positif bagi sekitar. Baik itu di BEM, DPM atau lembaga lainnya.
Kita tahu bahwa kesuksesan Pemira terletak pada bagaimana kinerja dari KPR. Lantas bagaimana sikap yang akan ditunjukkan oleh KPR? Mari kita tunggu info-info ter-update-nya. Semoga sistem perpolitikan di USK menjadi lebih transparan dan demokratis lagi. Kampus USK harus lebih baik.[]
Penulis bernama Ulfah Munirah, mahasiswi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Syiah Kuala.
Editor: Aisya Syahira






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


