Opini | DETaK
Tercatat selama kurang lebih satu semester Universitas Syiah Kuala (USK) menerapkan kuliah luring. Namun kebijakan kuliah luring ini akhirnya ditiadakan karena situasi pandemi saat ini yang semakin merebak.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) justru diadakan secara luring setelah sebelumnya melaksanakan KKN Tematik. Dikarenakan kondisi saat ini masih dalam pandemi yang berkepanjangan, maka pelaksanaan KKN luring ini berlokasi di tiga wilayah, yaitu Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Sabang.

Dari kedua hal tersebut tentu kita bertanya-tanya, apakah hal ini merupakan sebuah keputusan yang tepat? Atau justru terdapat pro atau kontra dari kedua hal tersebut? Sebenarnya jika kita melihat dari situasi pandemi sekarang yang semakin mengkhawatirkan, kebijakan untuk melaksanakan kuliah dan KKN secara daring atau luring merupakan sebuah keputusan yang sulit dan perlu adanya rencana yang matang. Ini tak lain sebab pelaksanaan secara daring ataupun luring ini memiliki dampak positif dan negatifnya yang perlu diperhatikan dengan baik.
Situasi pandemi saat ini tidak bisa diprediksi dengan pasti. Meskipun vaksinasi terus berjalan hingga saat ini, namun tingkat penularan virus Corona juga masih belum berhenti. Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa penularan Covid-19 saat ini semakin parah dengan munculnya berbagai varian baru virus Corona. Oleh sebab itu, mau tidak mau proses perkuliahan di semester mendatang harus dilaksanakan secara daring agar keselamatan para dosen ataupun mahasiswa dapat terjaga.
Di satu sisi, penerapan kuliah daring yang sudah diputuskan oleh pihak universitas harus disertai oleh beberapa faktor pendukung penting, yaitu diadakannya kembali pemberian bantuan kuota internet oleh Kemendikbud. Sebab jika penerapan kuliah daring tanpa adanya bantuan kuota internet tersebut justru hanya akan menambah beban mahasiswa untuk memenuhi proses belajar mengajar secara daring. Bahkan terdapat beberapa mahasiswa yang sampai saat ini masih belum mendapatkan bantuan tersebut, sehingga hal ini perlu adanya solusi yang serius dan patut dicari jalan keluar secara matang.
Di sisi lainnya, penerapan KKN luring ke tiga daerah tersebut juga memiliki problematika tersendiri yakni kondisi pandemi saat ini yang masih belum berakhir, bahkan semakin tidak kondusif. Oleh karena itu, para mahasiswa yang mengikuti KKN luring ini harus mempersiapkan mental dan kesehatan yang cukup prima sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan nantinya.
Dengan adanya KKN luring ini diharapkan bahwa mahasiswa KKN ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahayanya virus Covid-19 dan edukasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat di wilayah KKN tersebut sehingga nantinya masyarakat tersebut dapat menambah wawasannya terkait pencegahan Covid-19 dan senatiasa menerapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan) di dalam aktivitas sehari-hari.
Penulis bernama Teuku Ichlas Arifin, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Ia juga merupakan salah satu anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.
Editor: Muhammad Abdul Hidayat






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


