Opini | DETaK
Setiap kali bulan Ramadan tiba, suasana masjid berubah menjadi lebih hidup dari biasanya. Tidak hanya dipenuhi oleh jamaah yang datang untuk salat, masjid juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama. Di banyak tempat, masjid menyediakan makanan berbuka secara gratis bagi siapa saja yang datang. Fenomena ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi simbol nyata bahwa masjid adalah rumah bagi semua, tempat ibadah sekaligus tempat berbagi.
Tradisi berbagi makanan berbuka puasa di masjid telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setiap sore menjelang azan Magrib, orang-orang mulai berdatangan. Ada mahasiswa, pekerja, pengemudi ojek, musafir, bahkan masyarakat sekitar yang mungkin tidak sempat menyiapkan makanan di rumah. Mereka duduk bersama di lantai masjid, menunggu waktu berbuka dengan penuh kesabaran. Tidak ada perbedaan status sosial. Semua duduk sejajar, semua menunggu waktu yang sama, dan semua berbuka dengan makanan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Dalam suasana berbuka bersama, sekat-sekat sosial seakan hilang. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Semua dipersatukan oleh rasa lapar yang sama, dan semua disambut oleh kepedulian yang sama. Bagi sebagian orang, makanan berbuka di masjid mungkin hanyalah tambahan. Namun, bagi sebagian lainnya, makanan tersebut bisa menjadi sangat berarti. Tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama. Ada mereka yang sedang dalam perjalanan jauh, ada yang belum sempat membeli makanan, dan ada juga yang memang mengalami kesulitan ekonomi. Kehadiran makanan berbuka di masjid menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap mereka yang membutuhkan.

Tradisi ini juga menunjukkan kekuatan gotong royong dalam masyarakat. Makanan berbuka di masjid biasanya berasal dari sumbangan berbagai pihak. Ada yang menyumbang dalam bentuk uang, ada yang memasak langsung, dan ada juga yang membantu membagikan makanan. Semua berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini mencerminkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus dilakukan dengan hal besar. Bahkan tindakan sederhana, seperti menyumbang air minum atau membantu membagikan makanan, sudah menjadi bentuk kepedulian yang berarti. Selain itu, kegiatan berbuka bersama di masjid juga mempererat hubungan antarwarga. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal bisa saling menyapa dan berbincang. Hubungan sosial yang mungkin jarang terjalin dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih dekat. Masjid menjadi tempat di mana masyarakat tidak hanya memperkuat hubungan dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama manusia.
Namun, di balik semua itu, ada makna yang lebih dalam. Tradisi berbagi berbuka puasa mengajarkan nilai empati. Ketika seseorang merasakan lapar sepanjang hari, ia dapat lebih memahami bagaimana rasanya menjadi orang yang kekurangan. Pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Dengan berbagi makanan, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik orang lain, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Masjid, dalam hal ini, menjadi simbol kepedulian sosial. Ia bukan hanya tempat untuk menjalankan kewajiban ibadah, tetapi juga tempat untuk mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan. Masjid mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya tentang hubungan dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana manusia memperlakukan sesamanya.
Di tengah kehidupan modern yang semakin sibuk, tradisi ini menjadi semakin penting. Banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing-masing, sehingga interaksi sosial menjadi berkurang. Masjid yang menyediakan makanan berbuka menjadi salah satu tempat di mana masyarakat dapat kembali merasakan kebersamaan. Ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan perbedaan, masih ada ruang untuk berbagi dan peduli. Namun, tradisi ini juga membutuhkan dukungan dan kesadaran bersama. Masjid tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Kepedulian untuk menyumbang, membantu, dan menjaga ketertiban menjadi kunci agar kegiatan ini dapat terus berlangsung. Selain itu, penting juga untuk menjaga niat dalam berbagi. Tujuan utama dari berbagi bukanlah untuk mendapatkan pujian, tetapi untuk membantu sesama dan mendapatkan keberkahan.
Bagi generasi muda, tradisi ini juga menjadi pelajaran berharga. Mereka dapat belajar tentang arti kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Dengan terlibat dalam kegiatan berbagi di masjid, generasi muda dapat memahami bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki peran untuk membantu sesama. Masjid yang berbagi makanan berbuka menunjukkan bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Ia menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih dijaga. Dalam suasana sederhana, dengan makanan yang mungkin tidak mewah, tersimpan makna yang sangat besar. Makanan tersebut bukan hanya menghilangkan lapar, tetapi juga menghangatkan hati. Pada akhirnya, masjid yang menjadi rumah berbagi di waktu berbuka mengajarkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu waktu atau kondisi tertentu. Kepedulian dapat dimulai dari hal kecil, dari tindakan sederhana, dan dari niat yang tulus. Ramadan mungkin hanya berlangsung satu bulan, tetapi nilai-nilai yang diajarkan seharusnya dapat terus hidup sepanjang waktu.
Masjid telah menunjukkan perannya, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai rumah bagi semua. Rumah yang terbuka, rumah yang menerima, dan rumah yang berbagi. Tinggal bagaimana masyarakat menjaga dan meneruskan semangat ini, agar masjid selalu menjadi tempat di mana kepedulian tumbuh dan kebersamaan terjaga.
Penulis bernama Annisa Salsabilla Musran, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Nasywa Nayyara Tsany


![[DETaR] Produktivitas Mahasiswa Selama Bulan Ramadan](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi-Produktivitas-Mahasiswa-Selama-Bulan-Ramadhan_Neni-Raina-Mawaddah-238x178.png)
![[DETaR] One Day One Juz: Menjaga Kedekatan dengan Al-Qur’an di Tengah Kesibukan](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/04/Ilustrasi_One-Day-One-Juz-238x178.png)






