Beranda Headline Inilah Tata Cara Pendaftaran PKM

Inilah Tata Cara Pendaftaran PKM

BERBAGI
Salah satu staf P2KM saat ditemui. 04/04/19 (C. Siti Raihan | DETaK)

Cut Siti Raihan | DETaK

Darussalam- Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah salah satu program dari Program Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (P2KM) yang merupakan suatu badan yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Untuk cara pendaftaran PKM sendiri, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dan hal yang penting dalam PKM ini adalah pendampingan dari dosen yang bersangkutan.

Sebelum dibuka pendaftaran, diadakan kelas pembinaan selama sebulan. Di kelas tersebut, mahasiswa dilatih untuk menulis proposal PKM. Wakil Dekan III setiap fakultas turut sosialisasikan perihal tata cara mengikuti program PKM saat menjelang program ini dibuka. Panduan dalam penulisan PKM dapat diunduh di sini.

Iklan Souvenir DETaK

“Untuk PKM daftarnya lewat situs web. Syaratnya harus mahasiswa Unsyiah dan memiliki proposal PKM,” jelas Ali, salah satu staf P2KM.

Berdasarkan informasi penerimaan proposal PKM pada tahun 2018, pendaftaran secara daring dilakukan melalui situs kreativitas.unsyiah.ac.id. Selain mendaftarkan proposal secara daring, mahasiswa juga diwajibkan mengumpulkan salinan cetaknya (hardcopy) ke ruangan P2KM di Gedung Gelanggang Mahasiswa Lantai 2. Lembar pengesahan pada proposal yang dikumpulkan wajib telah ditandatangani oleh Ketua Pelaksana, Dosen Pendamping, dan Kepala Program Studi atau Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Saat ini Unsyiah berada di klaster A, sehingga dapat mengirimkan lebih banyak proposal PKM. Untuk saat ini yang mendominasi dalam pengiriman proposal adalah Fakultas MIPA, Pertanian, dan Teknik.

“Unsyiah masuk klaster A atau 1 sekarang. Artinya boleh mengajukan proposal sebanyak 700 proposal, dan bulan Maret lalu pengumuman tingkat nasional. Unsyiah lulus proposalnya sebanyak 43 buah,” terang Ali.

Selain itu, menurut Ali, mengikuti PKM ini dapat memberikan manfaat lebih bagi mahasiswa nantinya.

“Nanti ada pelatihan menulis, jadi mahasiswa dapat membuat proposal sendiri. Setelah ikut pelatihan menulis, banyak dari mahasiswa yang melanjutkan menulis, seperti KTI dan lainnya. Sebenarnya hal yang diperlukan adalah minat, karena ada pengalaman dulu dipaksa untuk ikut PKM, gak akan jadi juga,” tuturnya.

Pihak Unsyiah sendiri mulai menggagas adanya pemberian apresiasi kepada mahasiswa yang serius dan memiliki minat dalam mengirim proposal PKM. Hal ini dilakukan agar mahasiswa semakin bersemangat untuk meningkatkan kreativitasnya.

Selain PKM yang diadakan setiap tahunnya, P2KM juga memiliki banyak program lainnya untuk mahasiswa. Program tersebut seperti National University Debating Championship (NUDC), Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik), Kompetisi Jembatan Indonesia-Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KJI-KBGI), dan lain-lain.

“P2KM ini punya banyak program, tetapi diperlukan pemerataan dari mahasiswa sendiri untuk ikut andil dalam mengikuti programnya. Ada beberapa program yang memang diperuntukkan  untuk kepentingan akreditasi kampus,” jelasnya pada Kamis, 4 April 2019. []

Editor: Herry Anugerah