Beranda Editorial Surat Edaran Terkait Bau Badan, Bukan Permasalahan Urgensi yang Harus Dibuat...

[Editorial] Surat Edaran Terkait Bau Badan, Bukan Permasalahan Urgensi yang Harus Dibuat Aturan

BERBAGI
Ilustrasi. (M. Talal/DETaK)

Redaksi | DETaK

Belakangan ini surat edaran yang dikeluarkan oleh Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala bernomor B/885/UN111.1.4/4/LL/2022 ramai menjadi perbincangan nasional. Surat tersebut berisi panduan mengurangi bau badan mahasiwa/i  yang ada di jurusan tersebut dengan alasan lamanya kegiatan belajar dan eksistensi dengan dosen. Hal itu membuat banyaknya dosen yang mengeluhkan masalah bau badan tersebut.

Munculnya surat edaran ini membuat banyak media lokal bahkan nasional ikut memberitakan sehingga membuat surat edaran ini viral. Bahkan beberapa media membuat judul pemberitaan yang berlebihan, seperti  beberapa media pemberitaan nasional  yang mengangkat judul “Gak Tahan, Banyak Mahasiswa Bau Badan Dosen USK Buat Surat Edaran”, “Waspada Bau Badan di Lingkungan Kampus”, dan beberapa pemberitaan lainnya.

Iklan Souvenir DETaK

Pemberitaan ini membuat seolah-olah himbauan ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa yang berada di kampus USK. Padahal tidak semua mahasiswa memiliki bau badan. Kemungkinan kecil hanya sebagian mahasiswa saja yang memiliki kondisi tersebut. Situasi ini menjadi semakin panas dengan pemberitaan oleh media yang dinilai terlalu berlebihan.

Himbauan ini juga turut melahirkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang sependapat dengan surat edaran ini. Mereka merasa bahwa himbauan tertulis ini mampu menyadarkan mahasiswa terkait kebersihan diri dan menciptakan suasana belajar yang nyaman di ruang perkuliahan. Sebagian yang lain menyebutkan bahwa surat ini malah menjadi bumerang  untuk kampus USK. Mahasiswa mengeluhkan keadaan ini menjadi bahan olok-olokan masyarakat dan dinilai mampu menurukan citra kampus jantoeng hate rakyat Aceh.

Di balik ini semua, layakkah himbauan itu diedarkan secara resmi? Bukankah bau badan adalah masalah pribadi yang seharusnya dapat diselesaikan secara nonformal? Lantas, apakah pemberitaan yang dilebih-lebihkan oleh media merupakan tindakan yang benar?