Artikel | DETaK
Tren Jurnalisme warga atau citizen journalism telah menjadi satu fenomena yang terus berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Melihat perkembangan citizen journalism di Indonesia, tak bisa terelakkan bahwa kemudahan akses informasi dan meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap teknologi internet telah membawa perkembangan yang signifikan bagi peran dan keterlibatan warga dalam produksi berita dan informasi. Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 2022-2023 mencapai 215,63 juta orang. Mengalami peningkatan sebesar 2,67% dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan aksesibilitas teknologi media semakin meluas dan berpotensi besar dalam mendorong perkembangan citizen journalism.
Di Indonesia, netizen atau masyarakat yang aktif menggunakan internet memainkan peran utama dalam praktik citizen journalism. Netizen Indonesia telah menunjukkan kemampuannya dalam mengangkat isu sosial seperti bencana alam dan kejahatan lingkungan, ketidakadilan persidangan, hingga kinerja pemerintah menjadi bahan dalam produksi jurnalistik netizen Indonesia. Beberapa contoh nyata seperti kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, anak pejabat pajak, terhadap David Ozora yang berujung pada harta tak wajar milik sang ayah, atau kasus jalanan rusak di Provinsi Lampung yang berujung pada kasus Reihana, kedinkes Provinsi Lampung yang bertahan selama tiga era gubernur. Semua itu berawal dari praktik citizen journalism yang dilakukan oleh netizen.

Partisipasi aktif masyarakat dalam citizen journalism juga membawa keberagaman isu dan sudut pandang dalam publikasi berita. Warga dapat mengangkat berbagai isu yang mungkin terabaikan oleh media utama dan memberikan sudut pandang yang beragam. Ini membantu memperluas cakupan isu-isu yang relevan dalam masyarakat. Citizen journalism memungkinkan berita dan informasi dapat dilihat dari berbagai perspektif, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang suatu peristiwa atau masalah yang dihadapi oleh beragam kelompok masyarakat.
Selain itu, citizen journalism juga berperan dalam mengisi kesenjangan informasi. Terkadang, media utama tidak dapat meliput setiap peristiwa atau topik secara rinci dan mendalam. Entah karena praktik market-driven journalism dimana produk jurnalistik dikaitkan dengan motif ekonomi dari pada berorientasi pada public service. Namun yang pasti, dengan partisipasi warga dalam citizen journalism, isu-isu yang spesifik atau lokal mendapatkan perhatian yang lebih besar. Hal ini memperkaya informasi yang tersedia untuk masyarakat dan memberikan suara kepada komunitas yang mungkin kurang terwakili dalam media utama. Bahkan pada beberapa kasus, citizen journalism menyaingi eksistensi jurnalisme professional seperti televisi, surat kabar, dan radio. Seperti kontribusi beberapa bloger di Indonesia pada masa reformasi tahun 1998. Dimana para blogerlah yang melaporkan indikasi KKN di keluarga cendana.
Satu lagi kelebihan citizen journalism adalah kemampuannya untuk memberikan informasi secara langsung dan real-time. Pada beberapa peristiwa penting dunia, citizen journalism menjadi pihak nomor satu yang memberikan informasi kepada masyarakat. Saat tsunami 2004 di Aceh, citizen journalism dengan gambar dan video amatir yang diposting di media, berhasil memberikan data multimedia yang ternyata mampu menggalang dana besar dari seluruh penjuru dunia. Begitu juga yang terjadi pada perang Irak, kasus runtuhnya WTC, Bom Bali I dan II, dan lain sebagainya. Melalui ponsel pintar dan media sosial, masyarakat dapat dengan cepat melaporkan peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Mereka dapat mengambil foto, merekam video, atau menulis laporan langsung dari tempat kejadian. Dengan sekali klik, informasi tersebut dapat segera diunggah dan dibagikan kepada masyarakat luas. Hal ini memungkinkan berita dapat sampai kepada masyarakat secara instan, bahkan sebelum media utama dapat meliputnya.
Citizen journalism saat ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai peristiwa dan permasalahan yang terjadi di sekitar mereka. Secara keseluruhan, perkembangan citizen journalism dan partisipasinya di era digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia jurnalistik. Citizen journalism memungkinkan warga untuk dapat aktif berpartisipasi dalam pengumpulan dan penyebaran informasi, melengkapi peran media utama, serta memberikan informasi dengan cepat. Selain dari itu, citizen journalism mampu menjadi alat bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan kritik terkait pelayanan publik
Penulis bernama Ahlul Aqdi, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan salah satu anggota di UKM Pers DETaK.
Editor: Aisya Syahira


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-238x178.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-238x178.png)


![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


