Beranda Artikel Nuzulul Qur’an, Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadan

[DETaR] Nuzulul Qur’an, Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadan

BERBAGI
Ilustrasi Nuzulul Quran (Febby Andriyani/DETaK)

Artikel | DETaK

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmat, ladangnya pahala serta bulan yang paling dirindukan umat muslim di seluruh dunia tiap tahunnya. Salah satu kemuliaan di bulan Ramadhan adalah peristiwa turunnya kitab suci umat Islam atau lebih dikenal dengan Nuzulul Qur’an.

Dilansir dari Kompas.com, Nuzulul Quran berasal dari dua kata, yaitu Nuzul yang berarti sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, dan Al Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam. Secara lengkap, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi umat Islam.

Iklan Souvenir DETaK

Al Qur’an pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadhan saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun. Saat Rasulullah sedang berdiam diri dalam rangka mencari jalan Tuhan di Gua Hira, tiba-tiba datang Malaikat Jibril membawa wahyu. Jibril memeluk dan melepaskan Rasulullah saw. dan membaca surat Al-Alaq satu per satu sampai ayat kelima.

Inilah awal mula turun wahyu, dan Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul. Proses turunnya Al-quran terbagi menjadi dua tahap, yaitu secara lengkap pada malam Lailatul Qadr, dan secara bertahap diturunkan kepada Rasulullah saw.

Apa aja sih keutamaan Nuzulul Quran?

  1. Lebih baik dari seribu bulan

Ibadah yang kita lakukan di malam Nuzulul Qur’an lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan. Hal ini didasari pada firman Allah dalam surat Al-Qadr ayat ke 3.

2. Diampuni segala dosa

Malam yang penuh kemuliaan, tentu punya keutamaan salah satunya diampuni segala dosa kalau kita menghidupkan malam Nuzulul Quran.

3. Malam penuh berkah

Firman Allah dalam Surat Al-Dukhan ayat ke 3 mengatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada suatu malam yang diberkahi, yaitu Nuzulul Quran.

Dilansir dari detik.com hal yang harus dilakukan ketika malam Nuzulul Quran yaitu:

  1. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an
  2. Iktikaf
  3. Memperbanyak doa

Penulis adalah Nur Aida Rossa, mahasiswi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala angkatan 2020. Ia juga merupakan anggota aktif UKM Pers DETaK.

Editor: Aisya Syahira