Beranda Artikel Bukber Sana-sini, Sakitnya tuh di Dompet

[DETaR] Bukber Sana-sini, Sakitnya tuh di Dompet

BERBAGI
Ilustrasi. (Yaumil Farah Alyssa/DETaK)

Artikel | DETaK

Buka puasa bersama atau bukber tentu jadi kegiatan rutin di Bulan Ramadhan. Ntah sejak kapan sejarah bukber mulai dilakukan oleh orang-orang di Indonesia, tapi semuanya sepakat bahwa bukber seakan jadi agenda khusus yang tak boleh dilewatkan. Tidak wajib-wajib amat, sih. Sekedar reuni atau nongki kecil itu sah-sah saja. Tapi jangan salah, kegiatan yang tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antar teman dan saudara, bisa mengakibatkan masalah keuangan di kemudian hari, alias kanker (kantong kering), pengeluaran auto membengkak sih, uang bulanan ikutan ludes, terlebih lagi untuk mahasiswa rantauan, belom lagi memikirkan mudik ke kampung halaman. Maka dari itu perlu antisipasi dari jauh-jauh hari. 

Ada tips nih, agar dompet tetap sehat untuk mewaspadai bengkaknya pengeluaran saat bukber.

  1. Tidak perlu datang ke seluruh undangan bukber
Iklan Souvenir DETaK

Sebaiknya, pertimbangkanlah untuk tidak hadir dalam semua undangan bukber. Dengan begitu, kamu bisa memprioritaskan untuk hadir di acara bukber yang dilakukan orang-orang terdekat saja.

  1. Sesuaikan harga makanan dengan isi dompet

Semakin banyak acara yang kamu hadiri dan makin banyak makanan yang dipesan, semakin besar pula pengeluaran. Untuk mewaspadai bengkaknya pengeluaran, tentukan saja bujet maksimal yang akan kamu keluarkan untuk satu kali bukber. Demi menghemat pengeluaran, kamu juga harus memilih dalam menentukan menu-menu makanan, sesuaikan dengan dompet saja, sih. Jangan yang mahal-mahal amat.

  1. Mengontrol pengeluaran saat di Bulan Ramadhan

Kamu mungkin sudah menentukan berapa acara bukber yang akan dihadiri dan bujet maksimalnya, namun jika tanpa pemeriksaan berkala terhadap arus  keuangan bulanan, bisa jadi akan muncul beberapa pengeluaran yang tak terdeteksi sumbernya dan membuat keuangan berantakan.

  1. Selalu ingat bahwa anak kos selalu punya pengeluaran tak terduga

Hadeh, tau sendiri kan kalo anak kos itu banyak sekali pengeluaran tak terduganya, makanya mesti di ingat-ingat supaya kedepannya gak kebingungan dapat uang dari mana, mau minta orang tua di kampung halaman, gak enakan.

Penulis bernama Siska Astria, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. Ia juga merupakan anggota UKM Pers DETaK.

Editor: Aisya Syahira