Beranda Siaran Pers LPM Al-Kalam Kembali Selenggarakan PJTD: Jurnalis RRI dan MetroTV Jadi Pemateri

LPM Al-Kalam Kembali Selenggarakan PJTD: Jurnalis RRI dan MetroTV Jadi Pemateri

BERBAGI
LPM Al-Kalam Kembali Selenggarakan PJTD: Jurnalis RRI dan MetroTV Jadi Pemateri (2–3/11/2026) (LPM AL-Kalam)

Siaran Pers

Darussalam-Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe kembali menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dengan mengusung tema “Write It, Shoot It, Tell It: Satu Fakta, Seribu Cerita”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (2–3/11/2026).

PJTD merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh LPM Al-Kalam untuk meningkatkan kualitas karya kru dan siswa, sekaligus menjadi ajang peresmian status dari Kru Baru menjadi Kru Aktif LPM Al-Kalam sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab II tentang Keanggotaan Pasal 3 Ayat 2.

Iklan Souvenir DETaK

“Anggota penuh adalah anggota yang telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diadakan oleh LPM Al-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe.”

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor III, Darmadi, ini mendapat apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PJTD yang melibatkan mahasiswa dan siswa. Dalam sambutannya, Darmadi menyampaikan,

“Menulis membuat seseorang dikenal. Melalui tulisan, orang lain dapat mengenal pemikiran, pengalaman, dan karya kita. Karya yang diterbitkan di media massa dapat dibaca oleh banyak orang, bahkan bertahun-tahun kemudian. Jangan menjadikan popularitas atau uang sebagai tujuan utama,” ujar Darmadi sebelum membuka acara.

Setelah itu, rangkaian seremoni pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh Faris Kurniawan dan sesi foto bersama.

Selain itu, dalam kegiatan seremoni, pihak penyelenggara juga turut mengundang perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa/Unit Kegiatan Khusus (UKM/UKK), Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta peserta dari kalangan mahasiswa (Kru Baru LPM Al-Kalam angkatan 2025) dan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di sekitar Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Tiara Khalisna selaku ketua panitia mengungkapkan dalam laporannya bahwa jumlah peserta yang hadir mencapai 50 orang, yang merupakan gabungan dari siswa dan mahasiswa. Tiara juga menjelaskan makna dari pemilihan setiap kata dalam tema yang diusung.

“Pemilihan Write It sangat relevan dengan Pelatihan Menulis Feature, Shoot It dengan Pelatihan Video Jurnalistik, serta Tell It (bermaksud) setelah ditulis, direkam, dipublikasikan. Sedangkan, ‘Satu Fakta, Seribu Cerita’ itu sangat menggambarkan (pelatihan) Feature, di mana dari satu fakta kita bisa menghasilkan karya dengan angle yang berbeda,” ujarnya.

Secara rinci, jumlah siswa yang hadir berasal dari beberapa sekolah, yaitu SMA Negeri (SMAN) 2 Lhokseumawe sebanyak 11 peserta, SMAN 1 Syamtalira Bayu sebanyak 7 peserta, MAN Kota Lhokseumawe sebanyak 7 peserta, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Lhokseumawe sebanyak 6 peserta, dan SMA Islam Terpadu (SMA IT) Dataqu Imam Syafi’i sebanyak 3 peserta. Sementara itu, peserta dari kalangan mahasiswa berjumlah 16 orang sehingga total keseluruhan peserta mencapai 50 orang.

Setelah laporan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan Pemimpin Umum Periode 2026/2027, Zahira Putri Meola. Dalam sambutannya, Zahira menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan PJTD ini.

“Acara ini didukung oleh Moment.photobooth, CPA LPM Al-Kalam, Radar Aceh, WASPADA.id, Durasi TV, Koalisi.co, New Banda Aceh, LPM Al-Itqan, Media Literasi, UKM Sumber Post, UKPM Zawiyah News, LPM Bahana Mahasiswa, LPM Gema Justisia, UKM DKTV, UKM Pers DETaK, UKPM Teknokra, CEO Aceh, Info Aceh Utara, dan Liputan investigasi.com,” ujar Zahira.

Zahira berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat mengembangkan kemampuan menulis, mengambil gambar, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.

Pemateri pertama dalam PJTD kali ini adalah Anita Diana, reporter RRI Lhokseumawe. Pemaparan materi berlangsung pada pukul 11.00–14.00 WIB. Ada beberapa poin yang disampaikan dalam materi Penulisan Feature News, mulai dari pengertian, tujuan, perbedaan feature news dengan berita lugas, ciri-ciri, hingga pembuatan lead atau pembuka feature yang menarik.

“Kalau gaya penulisan kita menarik, orang jadi semangat untuk membacanya hingga akhir,” ujar Anita dalam pemaparan materinya. Selain itu, Anita juga menekankan bahwa seorang jurnalis dituntut untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta memperhatikan ketepatan dan keakuratan informasi sebelum dipublikasikan.

Selain menjelaskan materi, Anita juga mengajak peserta berinteraksi melalui beberapa permainan dan memberikan tugas kelompok kepada peserta yang dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok diberikan tema untuk membuat sebuah karya Feature News. Setelah sesi pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pemateri, sesi foto bersama, serta istirahat, salat, dan makan (isoma), sebelum masing-masing kelompok membuat karya Feature News sebagai bagian akhir dari pelatihan dan rangkaian acara pada hari Senin.

Pada hari Selasa (3/11), acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Juramaida Ziliwu, pada pukul sekitar 09.00 WIB. Rangkaian pemaparan materi dipandu oleh moderator, Nurul Fadila. Pemateri kedua adalah Slamet Abdullah, jurnalis MetroTV.

Slamet menyampaikan pentingnya kemampuan mengolah dan menyajikan informasi melalui media audiovisual agar pesan yang disampaikan lebih menarik, jelas, dan mudah dipahami oleh setiap orang. Peserta juga diperkenalkan dengan teknik pengambilan gambar, penyusunan video, serta cara menyampaikan sebuah peristiwa melalui visual yang sesuai dengan fakta. Tidak hanya itu, Slamet juga memaparkan materi tentang penyuntingan video. Pemaparan materi berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata kepada pemateri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan video jurnalistik yang dibagi menjadi tujuh kelompok. Setiap kelompok diarahkan untuk terlebih dahulu menuliskan tema di papan tulis yang telah disediakan guna meminimalkan kesamaan tema antara satu kelompok dan kelompok lainnya.

Setelah praktik, acara dilanjutkan dengan isoma sebelum memasuki sesi penyerahan hadiah dan sertifikat. Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan, yaitu dua karya Feature News terbaik kategori siswa dan mahasiswa, dua kelompok video jurnalistik terbaik, satu peserta terbaik, satu peserta pemenang challenge tarik kesimpulan, dan satu peserta dengan jumlah like twibbon tertinggi.

Editor: Kamilina Junita Damanik