Davina Dara Meisya & Arami Rizkia | DETaK
Darussalam-Universitas Syiah Kuala (USK) akan memindahkan kegiatan akademik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Lampeuneurut ke gedung baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Darussalam pada semester gasal mendatang. Pemindahan tersebut dilakukan karena lokasi gedung PGSD sebelumnya terletak cukup jauh dari kampus utama, sementara Prodi tersebut berada di bawah naungan FKIP USK.
Amirruddin, selaku Dekan FKIP USK mengungkapkan bahwa PGSD telah direncanakan untuk pindah ke gedung baru FKIP. Meskipun belum semua fasilitas tersedia, pihak kampus telah mengatasi kebutuhan untuk proses belajar mengajar agar semua tetap berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah gedung sudah ada dan fasilitas sedang diusahakan. Kami sudah merencanakan agar PGSD pindah ke gedung baru FKIP. Walaupun sarana dan prasarana belum tersedia 100 persen, kebutuhan untuk proses belajar mengajar sudah kami atasi,” ujarnya.
Ia berharap bahwa dengan pindahnya PGSD ke lingkungan USK, pihak kampus akan lebih mudah memantau kualitas lulusan PGSD agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun Internasional. Selain itu, perpindahan tersebut juga diharapkan dapat memperluas aktivitas mahasiswa PGSD serta memberi kesempatan mereka untuk mengenal mahasiswa dari berbagai program studi di USK.
“Dengan PGSD pindah ke lingkungan USK, kami bisa terus memantau kualitas lulusan PGSD agar berskala nasional hingga internasional. Aktivitas mahasiswanya juga bisa lebih luas dan mereka bukan hanya berkenalan dengan sesama mahasiswa PGSD, tetapi berkenalan juga dengan mahasiswa dari fakultas lainnya,” ucapnya.
Intan Safira, selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD USK menyampaikan manfaat yg diharapkan mahasiswa PGSD perpindahan ke kampus Darussalam dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan akademik. Menurutnya, selama ini mahasiswa kerap mengalami kendala karena harus bolak-balik antara Kampus Lampeuneruet dan Darussalam untuk mengurus berbagai keperluan administrasi akademik, khususnya yang berkaitan dengan skripsi.
“Harapan kami tentu pelayanan akademik bisa menjadi lebih kondusif. Selama ini, untuk mengurus skripsi atau surat penelitian kami harus bolak-balik dari Lampeuneruet ke Darussalam, lalu kembali lagi ke Lampeuneruet. Proses itu cukup menyita waktu, tenaga, dan biaya. Kalau nanti seluruh pelayanan akademik dipusatkan di Darussalam, tentu akan sangat membantu mahasiswa karena semua urusan bisa diselesaikan di satu tempat,” ungkapnya.
Ia juga berharap perpindahan PGSD ke Kampus Darussalam tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri, baik dalam aspek akademik maupun keterampilan.
“Kami berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kemampuan diri, baik dari sisi keterampilan maupun akademik. Dengan berada di lingkungan Kampus Darussalam, mahasiswa juga memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari program studi lain, bertukar pengalaman, serta memperluas relasi melalui berbagai kegiatan organisasi. Selama ini, aktivitas mahasiswa cenderung terfokus di Lampeuneruet. Karena itu, kami berharap setelah pindah nanti mereka dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia di kampus baru dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pengembangan potensi dan prestasi mereka,” ujarnya.[]
Editor: Nasywa Nayyara Tsany






![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)



