Opini | DETaK
Ramadhan merupakan bulan yang penuh makna dan keutamaan, baik dari segi spiritual, sosial, maupun kesehatan. Pada bulan ini seluruh pintu amal dibukakan oleh Allah SWT, untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan antar sesama. Kita umat muslim dapat memperbanyak ibadah pada bulan dimana pada bulan ini terdapat malam lailatul qadar yang merupakan malam dimana pahalanya dilipat gandakan. Tentu saja tidak sampai disitu banyak kegiatan-kegiatan lagi yang dapat kita lakukan dibulan Ramadhan seperti, melakukan sholat tarawih dan iktiar, yang hanya dapat dilakukan selama bulan puasa. Namun, terdapat juga pahala-pahala yang dapat kita lakukan setelah bulan amadhan ini. Yaitu salah satunya merupakan silahturahmi.
Bersilahturahmi dapat dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal atau sehari setelah bulan ramadhan. Lebaran, memiliki tujuan utama, yaitu memperkuat ikatan antar selama dan saling memaafkan perbuatan salah pada diri masing-masing. Karena tujuan ini lebaran biasa dilakukan dengan menunjungi rumah-rumah seanak saudara, para tetangga hingga melakukan perjalanan jauh untuk bertemu dengan saudara yang bertempat tingal yang jauh. Namun, hal yang disebutkan di atas merupakan kebiasaan yang dilakukan pada lebaran zaman dahulu. Dimana seiring berkembangnya zaman, cara umat muslim menyambut dan melaksanakan lebaran mulai berubah.

Contoh dari adanya perubahan zaman ini adalah lebaran sekarang yang bukan lagi soal agama. Lebaran Hari Raya Idul Fitri, yang merupakan hari raya umat muslim. Namun, semakin kearah perkembangan zaman. Bukan hanya umat muslim saja yang menanti dan merayakan lebaran. Umat non-muslim juga turut merayakan hadirnya lebaran bersama dengan kaum muslim.
Contoh lain dari perbedaan dari lebaran serta puasa pada zaman dulu dan sekarang yang paling jelas ialah suasananya. Semakin kedepan semakin dapat dilihat kurangnya suasana lebaran. Takbir tidaklah lagi seheboh dahulu, suasana sahur juga tidak semeriah dahulu. Sekarang orang lebih memilihi mendengar takbir dari televisi, atau sahur di tengah malam daripada di dini hari.
Lebaran sangat khas pula dengan adanya belanja baju, sepatu dan beragam pakaian baru. Namun, sekarang daripada sibuk berdesak-desakan di tempat perbelanjaan. Masyarakat lebih memilih untuk membeli pakaian hari raya dari aplikasi belanja online daripada keluar dan mencarinya secara langsung. Lebaran juga memiliki ciri khas lain, yaitu adanya petasan yng biasa dimainkan oleh anak-anak kecil. Namun, sekarang daripada memainkan petasan bersama teman-teman. Anak-anak kecil sekarang memilih memainkan bermain online meski mereka saling bertemu.
Yang paling terasa dan yang paling penting dari perubahan lebaran seiring zaman, ialah cara bersilahturahminya. Tujuan adanya lebaran merupakan untuk tetap penyambungkan tali bersaudara antara kita dan sanak saudara, teman hingga tetangga, dengan cara berkunjung ke rumah satu sama lain. Namun, dengan adanya teknologi sekarang yang tidak mengharuskan kita berkunjung secara langsung (tatap muka), telah mengubah suasana, cara dan tujuan daripada lebaran itu sendiri. Dengan adanya fitur video call. Jarak jauh yang menunjukkan niat kita terhadap rasa ingin bersilahturahmi. Sekarang telah dengan ditutupin oleh fitur video call. Meski tujuan untuk bersilahturahmi telah tersampaikan. Tetapi, tidak dapat dipungkiri juga suasana kemeriahan dan kehebohan khas lebaran telah menghilang sebagai akibatnya.
Penulis bernama Riva Alya Najeela, Mahasiswi Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala
Editor: Nasywa Nayyara Tsany










