Artikel | DETaK
Generasi Z, atau biasa disebut Gen Z lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an sering dibingkai oleh stereotip: sebagai generasi digital, suka media sosial, atau bahkan terlalu sensitif. Namun jika kita tengok lebih jauh, gambarnya jauh lebih berwarna dan positif. Mereka bukan sekadar pengguna teknologi; mereka adalah pelopor tren hidup sehat, work ethic yang kuat, dan redefinisi gaya hidup sosial yang lebih sadar kesehatan dan produktivitas.
Terlahir di era informasi yang instan dan arus wawasan global, Gen Z tumbuh dengan akses luar biasa terhadap data seputar kesehatan, karier, dan literasi keuangan. Ini bukan generasi yang sekadar mengikut arus. Mereka membentuk arusnya sendiri.
Tren Hidup Sehat: Dari Nutrisi hingga Aktivitas Fisik

Salah satu tren paling mencolok yang diangkat oleh Gen Z adalah perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan diri. Data dan survei menunjukkan bahwa banyak Gen Z menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk olahraga rutin, pola makan bergizi, serta kesadaran terhadap asupan yang mereka konsumsi.
Berdasarkan riset survei di Indonesia, sekitar 81% Gen Z melakukan olahraga teratur, sementara lebih dari setengah responden mengatakan mereka mengonsumsi makanan sehat sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Kebiasaan minum air putih, tidur cukup, hingga konsumsi buah dan protein adalah bagian dari rutinitas yang mereka junjung tinggi.
Selain itu, survei global juga menunjukkan bahwa tren wellness living yakni pola hidup yang menempatkan kesehatan fisik dan mental sebagai prioritas dipimpin oleh generasi muda seperti Gen Z lebih tinggi dibanding generasi lainnya.
Dalam konteks ini, olahraga bukan lagi sekadar kegiatan sampingan. Banyak Gen Z yang menjadikan aktivitas fisik seperti jogging, latihan kekuatan (strength training), hingga bersepeda sebagai bagian penting dari keseharian mereka. Data dari survei global memperlihatkan sekitar 71% Gen Z melakukan olahraga seperti lari setidaknya seminggu sekali, dan lebih dari setengahnya memasukkan latihan beban dalam rutinitas mereka.
Dengan begitu, Gen Z tidak hanya mengikuti tren; mereka menciptakannya, menjadikan kesehatan bukan barang mewah tetapi kebutuhan yang harus dijaga setiap hari.
Minim Alkohol, Maksimalkan Kesehatan & Produktivitas
Satu lagi fenomena yang layak diapresiasi adalah perubahan cara Gen Z memandang konsumsi alkohol. Banyak dari mereka yang justru menolak budaya mabuk dan memilih gaya hidup yang lebih sehat. Data menunjukkan bahwa proporsi Gen Z yang memilih hidup tanpa minum alkohol cukup besar. Bahkan laporan menyebut bahwa sekitar 87% Gen Z memilih tidak minum alkohol, dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang lebih terikat pada budaya minum sebagai bagian dari bersosialisasi.
Perubahan ini juga terlihat dalam tren global, di mana Gen Z semakin banyak sober curious yakni penasaran atau berminat menjalani gaya hidup tanpa alkohol dan menggantinya dengan minuman yang dinilai lebih mendukung kesehatan, seperti kopi, teh matcha, atau minuman berfungsi (functional beverages).
Fenomena ini juga membawa dampak tak langsung, termasuk alokasi uang yang lebih sehat, peningkatan kualitas tidur, serta pengurangan risiko kesehatan jangka panjang. Dengan menomorduakan kesehatan, Gen Z sedang meredefinisi konsep fun night out menjadi sesuatu yang tidak harus melibatkan alkohol.
Etos Kerja & Kesadaran Finansial: Gen Z Bukan Penonton, Mereka Aktor
Selain soal kesehatan fisik, Gen Z juga dikenal karena etos kerja mereka. Banyak dari generasi ini bekerja keras untuk mencapai tujuan pendidikan dan finansial mereka. Mereka masuk ke dalam angkatan kerja dengan kesadaran tinggi akan pentingnya skill, pertumbuhan karier, dan pencapaian pribadi.
Gen Z juga dikenal teliti dalam merencanakan keuangan. Banyak yang memilih untuk menabung, berinvestasi, atau meminimalisir pengeluaran yang dianggap tidak perlu, termasuk konsumsi barang atau kebiasaan yang bisa menguras kesehatan dan kantong. Bisa dikatakan bahwa Gen Z tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas.
Terlebih lagi, kemampuan adaptasi Gen Z terhadap dunia digital seperti penggunaan teknologi untuk pekerjaan jarak jauh, pengembangan diri melalui kursus online, serta investasi kreatif di platform digital menunjukkan ketangguhan mereka dalam mengejar masa depan yang lebih stabil dan berkualitas.
Generasi Positif Membentuk Masa Depan
Singkatnya, Generasi Z bukan hanya generasi pengguna gadget. Mereka adalah pembentuk tren, inovator gaya hidup baru, dan pencetus perubahan sosial yang signifikan. Dari pengadopsian pola hidup sehat, penolakan terhadap konsumsi alkohol berlebihan, hingga etos kerja yang kuat dan pemikiran finansial yang matang Gen Z membuktikan bahwa mereka bukan sekadar generasi yang mengikuti zaman; mereka adalah generasi yang membentuk zaman.
Dengan terus meningkatkan kualitas hidup dan memberi contoh bagi generasi lain, Gen Z membawa harapan baru bahwa masa depan dunia akan lebih sehat, produktif, dan penuh inovasi.
Sumber data : https://karier.bisnisindonesia.id/article/kebiasaan-hidup-sehat-yang-diterapkan-gen-z-di-indonesia?utm_source=chatgpt.com.
Penulis bernama Amanda Tasya, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Sara Salsabila










