
Nabiela Humaira & Cut Irene Nabilah | DETaK
Darussalam-Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Sosial dan Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan simulasi gempa dan kebakaran dalam rangka memperingati Milad USK ke-64, di Gedung Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK pada Selasa, 21 Oktober 2025.
UKM Sosial dan Bencana USK terbentuk melalui kolaborasi berbagai unit kegiatan mahasiswa, yaitu UKM Pers DETaK, Bakti Sosial Pembangunan Desa (BSPD), Fasilitator Tangguh Bencana (FASTANA), Resimen Mahasiswa (Menwa), Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Leuser, Pramuka, dan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (PMI).

Deni Yanuar, ketua pelaksana kegiatan simulasi gempa dan kebakaran, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi gempa dan kebakaran ini bisa meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan bagi karyawan dan staff USK.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan serta staf yang bekerja di Gedung Kantor Pusat Administrasi USK dengan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh staf dan pegawai dalam menghadapi situasi bencana yang mungkin terjadi di kemudian hari,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan DETaK, simulasi ini diawali dengan terjadinya gempa, setelah itu ada salah satu ruangan yang mengalami konslet listrik karena dispenser yang jatuh kemudian satpam, aset, arsip dan pihak-pihak lain menyelamatkan arsip dan satpam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api di lantai dua. Pemadaman yang dilakukan oleh satpam ternyata tidak mampu untuk memadamkan api sehingga harus memanggil pemadam kebakaran dan ambulans untuk hadir di lokasi untuk memadamkan api.
Simulasi ini di lanjutkan oleh Mapala Leuser dengan mengevakuasi karyawan di lantai tiga Gedung KPA USK dan membawanya ke tenda evakuasi sementara. Di tenda evakuasi, tim medis dan PMI sudah bersiap untuk menangani beberapa korban luka akibat kebakaran tersebut. Setelah korban di evakuasi ke tenda penyelamatan, Duta USK memberikan pertolongan pertama dengan menenangkan korban untuk tetap rileks.
Ir. Marwan, Rektor USK berharap kegiatan simulasi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sekali dalam setahun. Melalui simulasi ini diharapkan potensi kebakaran, kehilangan dokumen di KPA, serta penanganan korban luka dapat ditangani dengan lebih cepat.
“Harapannya kegiatan simulasi ini bisa terus-menerus dilakukan, tidak hanya setahun sekali. Dengan adanya simulasi ini, kita bisa mengurangi potensi terjadinya kebakaran, kehilangan dokumen di KPA dan bagaimana menangani korban yang terluka dengan cepat,” harapnya.
Dengan adanya simulasi gempa dan kebakaran ini bisa mengoptimalkan diri untuk tetap waspada terhadap bencana yang bisa datang kapan saja. []
Editor: Sara Salsabila





![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


