Afdila Maisarah [AM] & Nailul Muna Nasution [AM] | DETak
Darussalam– Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) ciptakan inovasi Beton Berpori Vegetatif hingga berhasil meraih Juara 1 dalam Explociv National Paper Competition (ENPC) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Syiah Kuala dalam rangkaian The 6th Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE). Kompetisi ini berlangsung pada 17 September 2025 di Gedung Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) dengan mengusung tema “Green Infrastructure: Strategi Pembangunan Infrastruktur Emisi Karbon di Era Indonesia Emas”.
Adapun mahasiswa USK yang mengikuti kompetisi ENPC yaitu:
- Usmiranda Khairunnisya dari program studi Arsitektur angkatan 2023
- Salwa Fitria Ibrahim dari program studi Teknik Sipil angkatan2023
- Suci Aldila Dianata dari program studi Teknik Sipil angkatan 2023

Usmiranda Khairunnisya ketua tim USK mengatakan tema yang diambil adalah “Pemanfaatan Limbah Kopi dan Serat Bambu dalam Teknologi Beton Berpori Vegetatif”.
“Inovasi ini tercetus karena beberapa permasalahan limbah organik terkhusus kopi, bahwa kandungan dari ampas kopi ini dapat menjadi campuran beton yang memiliki daya ikat pada beton. Selain itu, serat bambu juga merupakan bahan alam yang kuat untuk konstruksi yang berfungsi sebagai daya tekan tarik beton sehingga beton tidak mudah retak dan pecah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses penelitian dan penulisan paper dilakukan melalui studi literatur dari berbagai penelitian, termasuk riset luar negeri.
“Beberapa studi telah membahas konstruksi bambu dan ampas kopi, tetapi belum ada penelitian yang menggabungkan keduanya. Ampas kopi ini kami bakar menjadi biochar atau arang kopi yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk tanah. Proses pembakarannya tertutup sehingga tidak menimbulkan emisi udara,” jelas Usmiranda.
Dalam pengerjaannya, tim menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait daya tahan bambu. “Kami perlu riset berapa lama bambu bisa bertahan karena membutuhkan perawatan khusus, seperti direndam dan dijemur agar siap digunakan. Bambu memang tidak cocok untuk konstruksi beban tinggi, tetapi dapat diaplikasikan pada bangunan massa banyak dan lanskap kota,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Usmiranda menambahkan bahwa potensi penerapan teknologi Beton Berpori Vegetatif di Indonesia cukup besar.
“Sudah ada beberapa penerapan yang dilakukan, salah satunya dapat di lihat di Tol Sigli-Banda Aceh, di lereng tol itu ada penahan yang berwarna hijau, itu termasuk pemanfaatan beton berpori vegetatif, karena manfaat dari beton tersebut juga banyak. Karena berpori juga di tidak membuat genangan air hujan meminimalisir banjir di daerah tersebut,” tambahnya.
Usmiranda berharap hasil penelitian timnya dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Semoga karya ini juga dapat diterapkan untuk beberaa desain urban design yang berkelanjutan, pada jalur-jalur pedestrian kota banda aceh. Agar suhu dan panas ini juga berkurang,” ujarnya. []
Editor: Khalisha Munabirah






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


