Beranda Puisi Bumi Khatulistiwa

Bumi Khatulistiwa

BERBAGI
Grafis. (Jamalidiana (AM)/DETaK)

Puisi | DETaK

Merah putih menari di langit Indonesia

Bendera pusaka negeri khatulistiwa

Iklan Souvenir DETaK

Merah dan putih mempesona

Membakar semangat pemuda bangsa

Bergelora cinta di dada bergejolak darah di nadi

Bertuan di sanubari bertakhta dalam hati

Tak kubiarkan pecundang mengerumun

Kupertahankan walau nyawa tergadai

Kata merdeka tersemat bagai maklumat lorongan

Asa kata yang hingga kini masih bertanya makna belum terjawab

Kata itu masih berjuang akan hakikat

Masih berjuang untuk arti yang terikat

Hak yang masih pelikat peluk pejuang di tiang gantung

Tak terganti hingga indahnya gema

Tak tersapu walau gelombang menerjang

Pantai menjulang akan tersimpan pada kalbu melayu

Darah Cut Nyak Dien berbekas dalam pilu

Seketika Cut Mutia tewas dengan tiga peluru

Pahlawan bangsa kini telah terbujur kaku

Harapan surga masih terus disebut dalam doa

Anak cucu Indonesia raya menggema pada setiap penjuru

Negeri mengisahkan cerita ratusan tahun silam

Ratusan tahun pula bumi ini dijajah penuh perjuangan

Penuh perjuangan telah terpateri mengusir penjajah

Berjuang demi tegaknya NKRI

Wahai pemuda harapan bangsa

genggam erat negeri ini

Jangan kau lepas meski hidup dalam aksi

Semoga engkau tetap berjaya

namamu akan harum abadi

Penulis bernama Jamalidiana, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Cut Irene Nabilah