
Amirah Nurlija Zabrina | DETaK
Darussalam-Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih medali perak di ajang essay nasional Nusantara Creative Competition (NCC) yang diselenggarakan oleh Universitas AKPRIND Yogyakarta dan Lembaga Setara Prisma Nusantara pada Yogyakarta, tanggal 5-6 Juli 2025.
Nusantara Creative Competition merupakan kompetisi dimana seluruh peserta diminta menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk esai, lalu menyajikannya dalam bentuk poster dan presentasi. Adapun beberapa subtema yang bisa dipilih adalah pangan, pertanian, lingkungan, kesehatan, teknologi dan budaya.

Berikut adalah nama mahasiswa FP USK yang mengikuti ajang Nusantara Creative Competition:
- Fatanah dari Prodi Peternakan (FP)
- Najwa Ainul Wafa dari Prodi Peternakan (FP)
Ketua Tim, Fatanah menjelaskan bahwa mereka mengambil sub tema Pangan yang berjudul “Inovasi keju susu kambing Non-pregus:Sinegri lactobacillus plantarumdan enzim bromelin dari buah tropis” yaitu sebuah inovasi berupa keju susu kambing yang bernama ‘Goldenbite’ dengan hasil fermentasi dengan Lactobacillus Plantarum dan enzim bromelin.
“Kebetulan saya dan teman saya itu kami di sub pangan disini kami bawa inovasi yang inovasi keju susu kambing Non- pregus sinergi lactobacillus plantarum dan enzim bromelin dari buah tropis yang nanti nya menjadi sebuah produk yang kami namakan Goldenbite. Ini adalah keju susu kambing yang difermentasi dengan lactobacillus plantarum dan memiliki cita rasa buah nanasnya,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa mereka menyusun kurang selama lebih dua bulan. Selama periode tersebut, mereka membagi waktu untuk menyusun esai di awal kemudian membuat produk yang akan dibawa, dilanjutkan dengan visualisasi dalam bentuk poster, dan di tahap akhir mereka fokus berlatih presentasi.
“Kurang lebih dua bulan. Di dua bulan itu kami membagi waktu untuk menyusun esai di awal, lalu dilanjutkan dengan pembuatan produk yang akan dibawa dan selanjutnya visualisasi ke poster, dan terakhir fokus ke latihan presentasi agar bisa menyampaikan materi secara cepat, padat, namun tetap jelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut Fatanah menjelaskan strategi mereka dalam kompetisi dengan menguasai teori serta data yang mendukung menggunakan studi valid dan juga mereka melatih cara presentasi hingga sesi tanya jawab.
“Kami memakai pendekatan dua arah. Pertama, mendalami teori dan data pendukung lewat studi literatur yang valid. Kedua, kami membuat simulasi presentasi dan latihan tanya jawab, agar terbiasa menjelaskan konsep dengan waktu terbatas dan gaya bicara yang meyakinkan,” tuturnya.
Fatanah dan tim mengatakan bahwa motivasi terbesar mereka untuk menguji sejauh mana ide dan inovasi yang mereka miliki dapat diterima di tingkat nasional. Selain itu, mereka juga ingin memperluas jaringan dengan para intelektual muda. Pengalaman ini mereka jadikan sebagai batu loncatan untuk berkarya lebih besar di masa depan.
“Motivasi terbesar kami adalah ingin menguji sejauh mana ide dan inovasi kami bisa diterima secara nasional. Kami juga ingin memperluas jaringan intelektual muda dari berbagai daerah, dan menjadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan untuk berkarya lebih besar lagi. Menang itu bonus, yang utama adalah proses dan pelajaran yang kami dapat,” ucapnya.
Mereka juga memberi pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak untuk benar-benar menguasai ide atau inovasi yang akan diangkat, bukan sekadar menulis untuk kepentingan lomba, tetapi juga memahami dampak dan aplikasinya. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menyampaikan ide secara singkat, jelas, dan meyakinkan karena waktu presentasi biasanya sangat terbatas.
“Saran kami, pertama, benar-benar kuasai ide atau inovasi yang ingin kalian angkat. Jangan hanya menulis untuk lomba tapi pahami dampaknya dan aplikasinya. Kedua, belajarlah menyampaikan ide secara singkat, jelas, dan meyakinkan ini penting karena waktu presentasi sangat terbatas. Ketiga, jangan takut gagal yang penting adalah mulai dulu dan nikmati prosesnya karena dari situ kita belajar dan berkembang,” tutupnya.[]
Editor: Khalisha Munabirah









