Resensi | DETaK
Identitas Film
Judul Film : Twinkling Watermelon
Sutradara : Song Jung Hyun
Produser : Yoo Beom-sang, Park Hae-min
Pemain : Ryeoun, Seol In-ah, Choi Hyun Wook, Shin Eun Soo
Tahun Rilis : 25 September 2023
Genre : Romance, Comedy
Episode : 16 Episode
Negara : Korea Selatan
Bahasa : Korea
Twinkling Watermelon mengisahkan tentang seorang anak bernama Ha Eun-gyeol yang dibesarkan di keluarga tunarungu. Dalam keluarganya, ia salah satu anak yang bisa berbicara dan mendengar. Sementara ibu dan kakak laki-lakinya sedari awal sudah mengalami tuli. Sedangkan, ayah Ha Eun-gyeol terlahir normal seperti manusia pada umumnya. Ia bisa mendengar dan berbicara. Namun di saat ia berumur 19 tahun, ia mengalami insiden kecelakaan sehingga membuatnya menjadi tuli.

Kisah ini dimulai ketika Ha Eun-gyeol tidak sengaja menemukan sebuah toko Viva Music dan bertemu dengan sosok pria tua bernama Choi Hyeon. Viva Music adalah sebuah toko yang menjual berbagai alat musik seperti gitar. Sejak saat itu, ia mulai menyukai musik, ia sangat pintar dalam memainkan alat musik terutama gitar. Namun keahliannya dalam memainkan gitar ini ia sembunyikan dari keluarganya.
Beberapa tahun kemudian, Ha Eun-gyeol mendapat tawaran untuk bergabung di sebuah band bernama SPINE9. Keahliannya dalam memainkan gitar sudah tidak diragukan lagi dan saat mereka mengadakan konser tiba-tiba saja ayahnya datang dan melihat anaknya tampil di atas panggung. Ayahnya tidak menyangka bahwa selama ini anaknya telah membohonginya. Selesai konser tersebut, ayahnya tidak bisa lagi menahan emosi dan memarahinya sehingga membuat Ha Eun-gyeol pun ikut emosi dan pergi meninggalkan rumah.
Ha Eun-gyeol pun kabur dari rumahnya dengan membawa gitar kesayangannya. Di ujung jalan, ia melihat sebuah toko bernama Viva La Vida. Ia pun memasuki toko tersebut dan berniat untuk menjual gitarnya. Saat keluar dari toko tersebut, ia melihat ada yang berbeda dari kota yang di tempatinya. Dan ia pun tersadar ternyata ia berada di tahun 1995, tahun dimana ayahnya dan ibunya masih duduk di bangku SMA.
Saat berada di zaman tersebut, Ha Eun-gyeol terkejut ketika mengetahui ayahnya (Ha Yi-chan) bisa berbicara dan mendengar. Sehingga ia memiliki tekad untuk mengubah takdir ayahnya dengan mencegah insiden kecelakaan yang menimpa ayahnya. Di sisi lain, ia juga ingin agar ayahnya mewujudkan cita-cita yang di inginkan oleh neneknya yaitu melanjutkan kuliah dan meraih gelar sarjana.
Ha Eun-gyeol juga baru mengetahui bahwa ayahnya ini memiliki suara merdu nan indah sehingga mereka membuat sebuah band yang diberi nama Watermelon Sugar. Ha Eun-gyeol ingin ayahnya berani menunjukkan bakat yang dimilikinya sehingga muncullah ide untuk membentuk sebuah band.
Selain itu, Ha Eun-gyeol juga mencari tahu siapakah cinta pertama ayahnya sewaktu SMA. Awalnya, ia mengira bahwa ibunya adalah cinta pertama ayahnya, tetapi suatu hari ia menemukan jawabannya. Ternyata ayahnya menyukai perempuan bernama Choi Se-kyung, wanita yang sangat mahir memainkan alat musik Cello.
Lalu dimana ibunya? Dimana ia bersekolah? Dan siapa keluarga ibunya? Tiba-tiba saja berbagai pertanyaan muncul di kepalanya. Karena sewaktu Han Eun-gyeol kecil ibunya (Yoon Cheong-ah) mengatakan bahwa ia tidak memiliki keluarga. Selang beberapa hari, ia menemukan ibunya dan tempat tinggalnya. Ternyata ibunya berasal dari keluarga kaya raya, namun mengapa ibunya terlihat murung saat berada di rumah? Ternyata kakeknya menikah lagi dengan wanita lain (Lim Ji-mi, ibu tiri dari Yoon Cheong-ah). Ibu tiri itu merawat ibunya dengan arogan dan kejam. Ia tidak mengajarkan ibunya bahasa isyarat dan tidak berperilaku baik kepada ibunya.
Kakeknya harus tahu bagaimana wanita itu memperlakukan ibunya. Tetapi sebelum itu, Ha Eun-gyeol mengumpulkan semua bukti agar kakeknya percaya dan mengusir wanita itu dari rumahnya. Setelah ia mengumpulkannya, ia segera memberitahukannya kepada kakeknya. Alhasil, semua rencananya berjalan lancar dan wanita itu pun di usir oleh kakeknya.
Namun, rencana awal Ha Eun-gyeol yang ingin menyelamatkan ayahnya dari insiden kecelakaan itu terlambat. Ayahnya di tabrak oleh seorang pengemudi mobil dengan keras sehingga ayahnya terkapar di jalan raya. Tubuh ayahnya di penuhi banyak darah dan karena kecelakaan itulah ayahnya menjadi tuli.
Keunggulan Film
Drama ini mengajarkan kita bahwa pesan itu tidak hanya di sampaikan melalui lisan tetapi juga bisa melalui sebuah gerakan tangan atau yang sering di sebut dengan bahasa isyarat. Melalui gerakan tangan, kita bisa mendengarkan suara seseorang melalui hati. Setelah menonton drama tersebut, tentunya para penonton memiliki keinginan untuk mempelajari bahasa isyarat. Selain itu, drama Twinkling Watermelon memiliki alur cerita yang tidak tertebak dan visual gambar yang menarik sehingga penonton sangat menikmati filmnya.
Kelemahan Film
Dalam drama Twinkling Watermelon, pemeran Choi Se-kyung dan anaknya di perankan oleh orang yang sama sehingga membuat penonton sedikit kesulitan dalam memahami alur ceritanya.
Penulis bernama Cut Irene Nabilah, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Khalisha Munabirah










