Artikel | DETaK
Gunung Rinjani, salah satu gunung tertinggi dan terindah di Indonesia, memang menyimpan banyak daya tarik. Tak hanya karena pemandangannya yang luar biasa, tetapi juga karena cerita-cerita yang berkembang di sekitarnya. Mulai dari hal mistis, pantangan, hingga informasi yang sering disalahartikan.
Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada insiden yang menimpa seorang wisatawan asal Brazil bernama Juliana, yang dilaporkan terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani. Kejadian ini kembali mengingatkan kita bahwa Rinjani bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga menyimpan tantangan dan risiko nyata. Maka dari itu, penting bagi setiap pendaki untuk memahami dengan baik kondisi medan, budaya lokal, dan fakta-fakta terkait gunung ini. Sebelum masuk ke daftar mitos dan fakta, pernahkah kalian penasaran, dari mana nama Rinjani berasal.

Ternyata, nama Rinjani punya makna khusus dalam cerita rakyat Lombok. Menurut legenda yang dipercaya masyarakat Suku Sasak, nama ini berasal dari sosok Putri Rinjani, seorang tokoh perempuan yang diyakini sebagai penjaga spiritual gunung tersebut. Ia digambarkan sebagai sosok yang suci, anggun, dan memiliki kekuatan gaib. Cerita ini membuat masyarakat sekitar sangat menghormati Gunung Rinjani, bukan hanya sebagai gunung biasa, tetapi juga sebagai tempat yang sakral dan spiritual. Bahkan, hingga kini, berbagai ritual adat masih dilakukan di sekitar danau Segara Anak sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan roh leluhur termasuk Putri Rinjani. Nah, dari penjelasan sedikit mengenai asal usul nama Rinjani membuka mata kita untuk memahami beberapa hal yang menjadi mitos serta fakta mengenai Gunung Rinjani.
Tujuh Hal yang Sering Salah Kaprah Tentang Rinjani: Mitos atau Fakta:
- Pendaki Dilarang Bicara Kasar Selama Pendakian
Larangan ini menjadi satu fakta bukan sekadar mitos. Masyarakat lokal, khususnya Suku Sasak, percaya bahwa berkata kotor atau bersikap tidak sopan di gunung bisa membawa sial. Tapi terlepas dari sisi mistisnya, hal ini sebenarnya adalah bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya setempat. Jadi, penting bagi setiap pendaki untuk menjaga ucapan dan perilaku selama berada di jalur pendakian.
2. Danau Segara Anak Dihuni Makhluk Gaib
Mitos (namun dipercaya secara kultural). Hal ini disebabkan karena beberapa orang percaya bahwa Danau Segara Anak adalah tempat bersemayam makhluk halus atau roh penjaga. Meskipun tidak ada bukti ilmiah soal itu, masyarakat Hindu dan Sasak memang menganggap danau ini sebagai tempat suci dan sering menggelar upacara keagamaan di sana. Jadi, walaupun ini lebih ke ranah kepercayaan, banyak pendaki tetap menghormatinya.
3. Gunung Barujari Sering Meletus Tanpa Peringatan
Sebagian Fakta Gunung Barujari, yang berada di dalam kaldera Rinjani, memang termasuk gunung aktif dan pernah beberapa kali erupsi. Namun, aktivitasnya selalu diawasi oleh BMKG dan PVMBG. Jadi, sebelum mendaki, pastikan untuk mengecek status gunung dan informasi resmi dari pihak berwenang.
4. Mendaki Rinjani Hanya untuk Pendaki Profesional
Hal ini merupakan mitos, walaupun Rinjani memiliki jalur yang cukup menantang, bukan berarti hanya pendaki profesional yang boleh ke sana. Banyak pendaki pemula yang berhasil mencapai puncak asalkan punya fisik yang cukup kuat, persiapan matang, dan didampingi pemandu lokal. Kuncinya: jangan memaksakan diri dan tetap jaga keselamatan.
5. Rinjani Bisa Didaki Sepanjang Tahun
Hal seperti ini merupakan mitos karena pendakian ke Rinjani tidak dibuka sepanjang tahun. Biasanya, jalur pendakian akan ditutup antara Januari hingga Maret karena cuaca ekstrem dan risiko longsor saat musim hujan. Waktu terbaik untuk mendaki adalah antara April hingga Desember, ketika cuaca lebih stabil dan jalur relatif aman.
6. Rinjani Adalah Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia
Mitos namun banyak yang percaya dan mengira Rinjani adalah yang tertinggi, padahal gelar itu milik Gunung Kerinci di Sumatra, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Gunung Rinjani sendiri berada di posisi kedua dengan ketinggian 3.726 mdpl.
7. Jalur Rinjani Termasuk yang Tercantik di Asia
Fakta yang didapatkan berdasarkan pengalama para pendaki.baik dari dalam maupun luar negeri, yang menyebut jalur Rinjani sebagai salah satu yang paling indah di Asia. Dari sabana hijau Sembalun, hutan lebat Senaru, hingga sunrise yang memesona dari puncaknya Rinjani benar-benar paket lengkap untuk para pencinta alam.
Gunung Rinjani tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang luar biasa, tapi juga menyimpan banyak cerita dan kepercayaan lokal yang memperkaya pengalaman mendaki. Sebagai pendaki yang cerdas, penting bagi kita untuk tahu mana yang sekadar mitos, dan mana yang benar-benar fakta. Yang pasti, menjelajahi Rinjani akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan asal tetap menghormati alam dan budaya sekitarnya.
Namun, di tengah kekaguman kita terhadap keindahan Rinjani, kita juga diingatkan akan risiko yang bisa terjadi di alam bebas. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk Juliana, pendaki asal Brazil yang baru-baru ini mengalami musibah saat menaklukkan jalur Rinjani. Semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarganya diberi kekuatan serta ketabahan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gunung, seindah apa pun, tetaplah alam liar yang perlu dihormati dan dihadapi dengan kesiapan penuh. Untuk para pendaki yang sedang merencanakan atau dalam perjalanan mendaki Rinjani, selalu prioritaskan keselamatan, patuhi aturan, dengarkan arahan pemandu lokal, dan jangan pernah meremehkan medan. Alam bisa menjadi sahabat terbaik, tapi juga menuntut tanggung jawab dan rasa hormat.
Penulis bernama Nabiela Humaira, mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala.
Editor: Khalisha Munabirah










