Beranda Artikel Dampak Movie Club Dalam Meningkatkan Listening Skills Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala

Dampak Movie Club Dalam Meningkatkan Listening Skills Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala

BERBAGI
Ilustrasi. (Dok. Ist)

Artikel | DETaK

Listening merupakan salah satu skill penting yang harus dikuasai oleh pelajar, dan hal itu bukanlah hal sulit mengingat banyak opsi yang tersedia di era digital dengan perkembangan teknologi yang pesat ini. Salah satu cara meningkatkan listening skill yaitu dengan menonton film. Pusat bahasa Universitas Syiah Kuala menyediakan sebuah program yang bernama Movie Club yang mendukung perkembangan skill bahasa inggris mahasiswanya. Program ini pertama kali diselenggarakan pada pertengahan bulan September tahun 2019 dan masih berlangsung hingga sekarang. Program ini rutin diadakan setiap hari Jum’at pukul 14:00 di perpustakaan Universitas Syiah Kuala, dan dibuka untuk semua kalangan dari berbagai jurusan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Program ini tidak hanya diramaikan oleh mahasiswa, tetapi juga turut dihadiri oleh para native speaker yang berasal dari Amerika Serikat dan Australia yang kemudian akan memberikan arahan terkait kegiatan yang akan berlangsung.

Para native speaker memotivasi para mahasiswa untuk meningkatkan skill bahasa inggris mereka. Dengan bergabung dalam Movie Club ini, mahasiswa dapat meningkatkan listening skill mereka dengan cara menonton movie tanpa subtitle dan terlibat dalam diskusi bersama native speaker ataupun sesama mahasiswa. Mereka diberikan movie yang berbeda-beda pada setiap minggunya sehingga pembahasannya lebih bervariatif dan menarik, sehingga para mahasiswa tidak akan mudah bosan dan juga semangat berpartisipasi untuk meningkatkan skill bahasa inggris mereka.

Iklan Souvenir DETaK

Hal pertama yang dilakukan dalam Movie Club ini adalah para mahasiswa akan disediakan movie bahasa inggris tanpa subtitle. Hal ini mendorong mereka untuk aktif mendengar dan focus memahami apa yang karakter dalam film katakan. Jika dibandingkan dengan menggunakan subtitle, para mahasiswa cenderung terdistraksi atau kurang fokus pada dialog bahasa inggris yang diucapkan karena mengandalkan membaca subtitle dalam bahasa Indonesia. Namun dengan tanpa adanya subtitle, mereka dapat meningkatkan pemahaman mendengarkan secara keseluruhan dengan belajar memahami petunjuk konteks, idiom, dan ekspresi sehari-hari. Lebih lanjut , hal ini mendorong para siswa untuk lebih fokus pada kata-kata yang diucapkan, memperhatikan pengucapan, intonasi, dan juga ritme. Metode ini menstimulasikan percakapan sehari-hari, membantu pelajar lebih nyaman dengan bahasa Inggris yang diucapkan dalam situasi sehari-hari. Dengan demikian, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami bahasa inggris dalam konteks yang sebenarnya.

Kemudian, para mahasiswa akan diarahkan untuk saling berdiskusi setelah menonton movie. Kegiatan ini mengharuskan pelajar untuk mendengarkan ide dan pendapat orang lain tentang movie yang sudah ditonton, sehingga mendorong mereka mendengarkan secara aktif untuk memahami dan menanggapi orang lain. Kegiatan diskusi ini akan dimulai oleh native speaker, mereka mengajak para mahasiswa untuk memberikan pendapat mereka mengenai movie yang telah ditonton. Semua partisipan akan saling mendengarkan pendapat satu sama lain yang kemudian akan saling menanggapi. Kegiatan ini menciptakan diskusi yang aktif yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memahami bahasa lisan dalam situasi kehidupan sehari-hari. Selain itu, para mahasiswa dapat menambah koleksi kosa kata mereka dan mengetahui cara pengucapannya dalam berbagai logat, mengingat memiliki logat atau cara berbicara yang berbeda-beda. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperluas pengetahuan mereka tentang bahasa inggris dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan efektif.

Lebih lanjut lagi, dengan adanya native speaker, mahasiswa dapat memperoleh referensi yang akurat terkait pengucapan dan pemahaman dari setiap kata dan kalimat dalam bahasa inggris. Mereka juga dapat memperoleh pengalaman berkomunikasi dengan native speaker, sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berbicara dan memahami bahasa inggris dengan lebih baik. Dengan demikian, Movie Club ini dapat menjadi salah satu program yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa. Oleh karena itu, program ini perlu dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas kemampuan bahasa inggris mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Selain itu, program ini juga dapat menjadi contoh bagi universitas lain untuk mengembangkan program serupa dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa mereka. Dalam jangka panjang, kemampuan bahasa inggris yang baik dapat membantu mahasiswa untuk bersaing di pasar kerja global. Oleh karena itu, penting bagi universitas untuk menyediakan program yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa mereka. Dengan demikian, mahasiswa dapat memiliki kemampuan yang kompetitif dan dapat bersaing dengan lulusan universitas lain di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesimpulan, Movie Club yang disediakan oleh pusat bahasa Universitas Syiah Kuala merupakan salah satu program yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa, salah satunya meningkatkan listening skill. Dengan kegiatan seperti menonton movie tanpa subtitle dan diskusi aktif, mahasiswa dapat meningkatkan listening skill mereka dengan memperoleh pengalaman berkomunikasi dengan native speaker. Selain itu, hal ini juga mendorong para mahasiswa untuk lebih aktif mendengarkan dan membantu mereka terbiasa mendengarkan percakapan di dunia nyata dengan logat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, program ini perlu dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas kemampuan bahasa inggris mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Penulis bernama Cut fatira Hafiza, Nurain Binti Al Azhar, dan Gymnur Maysarah, mahasisiwa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala

Editor: Sara Salsabila