Beranda Terkini Sebanyak 283 Peserta Ikuti Seminar Kemuslimahan Nasional yang Digelar Oleh LDF FKEP,...

Sebanyak 283 Peserta Ikuti Seminar Kemuslimahan Nasional yang Digelar Oleh LDF FKEP, FK dan FKG USK

BERBAGI
Pelaksanaan Seminar Kemuslimahan Nasional Universitas Syiah Kuala 2023 melalui Zoom Meeting. 06.08.2023. (Dok Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam –  Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Ash-Shihah Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK), LDF Asy-Syifa Fakultas Kedokteran USK, dan LDF Simetris Fakultas Kedokteran Gigi USK mengadakan Seminar Kemuslimahan Nasional melalui zoom meeting yang diikuti oleh 283 peserta, pada Sabtu, 5 Agustus 2023. Seminar ini mengusung tema “Perspektif Feminis dalam Memahami Hukum Islam Terkait Perempuan”.

Seminar ini dilakukan dengan tujuan mengedukasi mahasiswa dalam memperjuangkan persamaan hak atas kaum pria dan wanita tanpa adanya diskriminasi bagi perempuan dengan tetap memperhatikan hukum dan syariat Islam.

Iklan Souvenir DETaK

Ratih Paradini, selaku narasumber juga mengungkapkan bahwa feminisme adalah kesetaraan gender yang sangat membela hak-hak perempuan.

“Feminis ini mengangkat isu-isu yang dialami perempuan dan sangat membela hak-hak kaum perempuan. Contohnya membela kasus pelecehan, KDRT, membela perempuan boleh menjadi pemimpin negara, dan membela isu-isu lain yang berkaitan dengan masalah perempuan lainnya,” ujar Ratih

Ratih juga menambahkan dalam materinya bahwa feminis ini senantiasa melakukan pembelaan terhadap masalah  perempuan. Namun juga memiliki perspektif negatif terhadap syari’at Islam. Seperti membela transwomen, mendukung LGBT, mendukung muslimah membuka aurat yang penting bahagia, dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi sesuatu yang bertentangan dengan akidah dan syari’at Islam.

“Feminis itu tidak senang dengan syari’at islam karena beberapa hukum syari’at Islam cenderung menempatkan perempuan itu tidak setara dengan laki-laki. Contohnya dalam Islam laki-laki boleh poligami sedangkan perempuan tidak boleh poliandri, Itukan tidak setara didalam rumah tangga, dalam perspektif islam ada peran perempuan itu sebagai ibu pengatur rumah tangga yang mengasuh rumah tangga dan yang mencari nafkah suami,” tambahnya

Selain itu, Risti Lasmiana Putri selaku ketua panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus memajukan peran perempuan tanpa menjatuhkan martabat laki-laki.

“Harapannya melalui kegiatan ini peserta dapat menambah wawasan baru dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkontribusi dalam memajukan peran perempuan dalam masyarakat dan agama tanpa menjatuhkan martabat laki-laki,” ungkapnya. []

Editor : Zafira Miska