
Indah Latifa, M. Abdul Hidayat | DETaK
Banda Aceh – Ketua dan Wakil Ketua BEM 2023 terpilih, M. Habil Fasya dan Alinafia Nasution angkat bicara soal permasalahan yang terjadi pada acara besar BEM USK tahun lalu, USK Fair XVI.
Saat ditanya terkait program kerja yang akan kabinetnya lakukan, Habil mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan saweu fakultas dan tetap mengadakan USK Fair. Namun, ia belum bisa memastikan USK Fair akan menjadi versi yang lebih baru.

“Untuk program kerja mungkin kami ada laksanakan saweu fakultas. Kemudian kami akan membuat suatu program yang berkaitan dengan USK Fair. Apakah akan sama dengan USK Fair ataukah menjadi versi yang terbaru dan lebih baik lagi,” ujar Habil kepada Tim DETaK setelah sidang pleno penetapan hasil e-voting Pemira USK 2023.
Menurutnya, indikator suksesnya BEM USK bukanlah dari acara-acara yang dibuat, melainkan tujuan pembuatan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa dan masyarakat.
“Bahwasanya acara Badan Eksekutif Mahasiswa itu bukan salah satu indikator suksesnya BEM USK. Mungkin iya kemaren itu USK Fair kurang baik. Namun indikator utama apa, yaitu adanya kegiatan BEM USK yang bisa meningkatkan kepentingan kesejahteraan mahasiswa dan masyarakat. Nah itu yang akan kami lakukan dan menjadi poin aspek utama. Jadi bukan acara ini yang jadi aspek utamanya,” imbuhnya.
Permasalahan yang dialami oleh panitia USK Fair XVI sedikit banyaknya telah menodai citra Badan Eksekutif Mahasiswa USK selaku penyelenggara acara tersebut. Untuk memulihkan citra tersebut Habil menuturkan setiap program kerja yang kabinetnya lakukan akan tetap berpegang pada kepentingan dan kesejahteraan mahasiswa.
“Sesuai visi misi kami bahwasanya mengembalikan kembali sebutan jantong hate rakyat Aceh kepada Universitas Syiah Kuala itu sendiri. Nah untuk misinya bagaimana itu kami tekankan setiap proker kegiatan, di setiap aktivitas menteri dari BEM USK akan mengarah pada poin utama yaitu kepentingan dan kesejahteraan mahasiswa,” tutur Habil.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut terulanh lagi di periode kepengurusan BEM USK tahun ini. Alinafia Nasution selaku Wakil Ketua BEM terpilih menegaskan akan ada tiga indikator dalam penyusunan program kerja, yaitu tereka, terkira, dan terukur.
“Jadi kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa terpilih tahun 2023 ketika nantinya menjalankan sebuah program kerja tentu program kerja yang kami ingin laksanakan itu harus memiliki tiga indikator yaitu tereka, terkira, sama terukur. Dengan adanya indikator ini kita bisa mudah menjalankan setiap program kerja dan tidak ada kejadian-kejadian seperti kasus-kasus sebelumnya yang memang merusak citra dari Badan Eksekutif Mahasiswa,” tegas Alinafia.[*]
Editor: Aisya Syahira









