Beranda Pemira USK Pemira USK 2023 dilaksanakan secara E-Voting, Ini Tanggapan Mahasiswa

Pemira USK 2023 dilaksanakan secara E-Voting, Ini Tanggapan Mahasiswa

BERBAGI
Ilustrasi. (M.Talal/DETaK)

Siska Astria, Wahyu Nuryanti | DETaK

Darussalam-Komisi Pemilihan Raya (KPR) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) pada Senin 27 Maret hingga Selasa 28 Maret 2023 untuk memilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2023 dengan menggunakan sistem E-Voting yang diikuiti oleh seluruh mahasiswa aktif di USK.

Pemira merupakan ajang demokrasi atau pesta demokrasi yang melibatkan mahasiswa. Salah satu mahasiswi dari Fakultas Pertanian (FP) Elya Yunita, memberikan tanggapan terkait sistem Pemira tahun ini menggunakan sistem E-Voting yang dinilainya lebih efisen.

Iklan Souvenir DETaK

“Kalo menurut saya itu efisien, karena kita mahasiswa punya kesibukan masing-masing gitu kan, terutama untuk mahasiswa yang banyak kegiatan, yang ikut banyak organisasi banyak dan gak punya waktu untuk datang kesuatu tempat untuk melakukan pencoblosan itu mungkin sulit gitu, jadi dengan adanya E-Voting jadi lebih efisien, karena bisa dilakukan dimana saja,”ucap Elya.

Sri Wahyuni, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK juga menilai bahwa dengan menggunakan sistem E-Voting ini memungkinkan terjadinya kecurangan dan dimanfatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sistem E-Voting sama sistem pemilihan langsung itu ada lebih dan kurangnya, kalo dalam sistem ini memang ada kemungkinan kecurangan-kecurangan yang bakal terjadi gitukan, ataupun ada oknum tertentu yang memanfaatkan atas kepentingan sesuatu, seperti tahun kemarin ya, Ketika kita join ke linknya itu sudah terpilih,”ujar salah satu mahasiswa FKIP tersebut.

Namun ia juga menambahkan dengan sistem E-Voting ini akan lebih menghemat biaya ketimbnag dilakukan secara langsung atau offline.

“Tapi kalo sistem E-Voting itu lebih menghemat, dibandingkan kita melakukan Pemira secara offline gitu jadi lebih banyak biaya ya,”tambah Sri Wahyuni.

Baca Juga :Begini Tanggapan KPR Jika Terjadi Kecurangan pada Pemira 2023

Sistem Pemira melalui E-Voting memang besar kemungkinan untuk terjadinya kecurangan dari beberapa oknum, dengan menggunakan akun orang lain untuk melakukan pemilihan, namun dari hal ini juga, bahwa melalui E-Voting dapat meminimalisir biaya pengeluaran dari pada sistem pencoblosan langsung. Kemudian, E-Voting juga dapat dilakukan dimana saja.

Editor : Refly Nofril