Ahlul Aqdi | DETaK
Darussalam – Hingga 13 Maret 2022, sebagian mahasiswa USK yang telah mengikuti program PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) belum menerima pembayaran dana PMM yang telah dijanjikan. Sudah hampir masuk dua bulan semenjak mahasiswa-mahasiswa PMM dipulangkan ke daerah asalnya. Masalah keuangan PMM ini sudah dikeluhkan oleh mahasiswa dari awal saat program PMM tersebut berlangsung, namun hingga sekarang masalah tersebut tak kunjung selesai.
Hanif Raihan, mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biologi, sangat mengeluhkan permasalahan pendanaan PMM ini. Menurutnya, program PMM tersebut adalah program yang bagus, permasalahannya hanya ada di pendanaan. “Kesel, udah tiga bulan terluntang-lantung. ‘Kita tunggu dari LPDP’ katanya, sampe sekarang kami nunggu, udah tiga bulan. Aku dapat kabar juga, ada juga anak USK yang pergi ke sana di pertengahan tahun. Sedangkan uang dapat di akhir tahun. Mereka pinjam duit ortu, pinjam sana sini, sampe ada berita anak PMM yang jualan juga kan? gimana coba? Sebenarnya PMM ‘tu bagus, cuman masalahnya di pendanaan ini,” keluh Hanif.

Janatul Nurdiah, mahasiswa prodi Kehutanan, juga mengeluhkan masalah pendanaan PMM yang tak kunjung selesai. Ia sangat menyayangkan ketidakjelasan pendanaan PMM tersebut. “Kasian yang belum dapat sama sekali, ada tu di grup PMM. Terus ada juga yang dapat double, tapi dimaafin sama univ, banyak kejadiannya. Sekarang kami emang digantungin gitu, gak ada kejelasan kapan uang itu dikasi,.” ujarnya.
Diah mengatakan ada tiga dana yang hingga kini masih belum ia terima. Diantaranya adalah dana infoice PCR, uang akomodasi, dan uang saku bulan terakhir. “Beda-beda sih, Kalau kami rata-rata yang belum itu akomodasi, uang saku bulan terakhir, dan uang PCR. Uang PCR itu tergantung. Kalau akomodasi itu Rp.500.000 dan kalau uang saku Rp.700.000,” lanjutnya.
Selaras dengan yang dikatakan oleh Diah, Musshabid Halim, mahasiswa prodi Budidaya Perairan yang PPM ke UNG (Universitas Negeri Gorontalo), juga mengaku belum menerima uang akomodasi dan uang saku bulan terakhir. “Kami kan bulan terakhir tu luring, berarti 1,2 juta lgi” kata Musshabid.
Diah menambahkan bahwa ada beberapa mahasiswa PMM yang sudah menerima uang akomodasi dan uang saku bulan terakhir tersebut, tetapi di grup resmi PMM gelombang pertama sangat banyak mahasiswa yang mengeluhkan dana PMM yang belum cair, “Teman-temanku yg UHO sama UNHAS udah kalau ga salah. Yang kutau UNG, UNM, itu. Tapi di grup resmi PMM batch 1 tu banyak baget yang ngeluh uangnya belum cair dari awal. Tapi aku gatau dari univ mana aja”
Sedikit berbeda dengan Diah dan Musshabid. Islahul Fuadi mahasiswa Teknik pertambangan yang mengikuti PMM ke Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, mengaku sudah menerima uang saku, hanya uang akomodasi yang hingga sekarang belum ia terima. “Untuk uang saku dah cair, sama ukt. Tinggal akomodasi” kata Islahul.
Mengenai ketidakjelasan dana PMM tersebut, sudah banyak mahasiswa yang mencoba menanyakan atau mengkonfirmasi kepada panitia atau pengurus PMM. “Mereka bilang ‘segeranya kami akan membayar uang itu’. Itu dari Desember. Tapi hampir masuk ke tahun baru, baru ada kabar. Anggaran diperpanjang sampai 2022. Berarti pemikirannya, oke akan dilanjutkan di Januari atau Februari. Karena Januari kami pulang, paling telat itu kami pulang tanggal 25 januari. Pikirnya di Januari itu selesai semua. Ee.. rupanya enggak. Uang UKT keluar. Sedang uang akomodasi sama uang saku di bulan terakhir belum keluar,” ungkap Hanif.
Musshabid memberitahu bahwa di bulan Desember, pengurus pendanaan PMM sempat meminta mahasiswa yang belum menerima uang PMM untuk mengisi data google form mengenai Rekap Data Mahasiswa Belum Terbayarkan PMM. Tapi sudah hampir dua bulan belum ada perkembangan. “Kemaren ada link gform dari usk tentang pembayaran tu, bulan 12. Udah lewat 2 bulan sejak ngisi gform tu” kata Musshabid.
Diah juga mengatakan bahwa grup telegram PMM USK dikunci dan hanya admin yang dapat mengirim pesan ke grup. Meskipun begitu, Diah mengaku sudah lelah menanyakan tentang kejelasan dana PMM tersebut. “Ga ada bahas apa-apa karena room chat-nya dikunci. Cuma admin yang bisa kirim pesan di tele. Bisa aja sih (kami tanya), tapi ga bisa nanya ke kampus juga. Paling kemaren kami bahas UKT. tapi alhamdulillah UKT udah cair, Januari lalu. Trus terakhir di grup USK cuman bahas tentang konversi KKN sih, gak pernah bahas uang lagi. sekarang nunggu hilalnya datang, dah lelah juga kadang nanyain,” Jelas Diah.
Musshabid memaklumi permasalahan-permasalahan program PMM mengingat ini adalah tahun pertama program tersebut dilaksanakan, tapi bagaimana pun ia menyayangkan ketidakjelasan dana PMM “Cukup buruk si untuk pendanaan. Maklum, program tahun pertama jadi kan banyak mines nya. Dana tu kan cukup sakral sebenarnya, apalagi kami luring di sana. Pastinya biaya hidup disana jauh lebih mahal dari di sini,” tutup Musshabid.[]
Editor: Aisya Syahira






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


