Beranda Terhangat Mengenal Klinik Pratama Lebih Jauh Bersama Syaifullah Muhammad

Mengenal Klinik Pratama Lebih Jauh Bersama Syaifullah Muhammad

BERBAGI
Gedung Klinik Pratama Universitas Syiah Kuala. 08/03/2022. (Fitri Ramadina/DETaK)

Fitri Ramadina l DETaK

Darussalam Universitas Syiah Kuala (USK) meresmikan 8 gedung baru pada Selasa, 22 Februari 2022. Salah satu gedung yang diresmikan adalah klinik Pratama yang berlokasi di Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala.

Ketua Badan Pengembangan Bisnis USK, Syaifullah Muhammad mengungkapkan meskipun telah diresmikan pada tanggal 22 Februari lalu, klinik ini masih belum dapat beroperasi secara keseluruhan, mengingat belum tersedianya peralatan medis yang lengkap agar dapat aktif sebagai pusat pelayanan kesehatan pada umumnya.

Iklan Souvenir DETaK

“Nah sekarang ini kenapa belum kita buka, karena sedang menunggu peralatan dan nanti akan ada gunting pita (opening ceremonial) sebagai peresmian pembukaan klinik dan apotek sekalian. Jadi kemarin semacam peresmian launching peruntukan gedung, nanti akan ada sekali lagi oleh rektor baru pembukaan operasionalnya. Mudah-mudahan bulan Maret ini sudah lengkap, kita usulkan izin, setelah keluar izin baru gunting pita. Dan saat itu mahasiswa dan civitas akademika USK sudah bisa menggunakannya,” ungkapnya.

Selain sebagai pusat utama pelayanan kesehatan secara umum, klinik ini juga didirikan sebagai syarat utama dari pembukaan Program Studi Apoteker di Fakultas MIPA USK.

“Klinik dan apotek ini perlu untuk menunjang Program Studi Apoteker di MIPA, supaya bisa dapat izin membuka jurusan Apoteker harus punya apotek, nah jadi kita men- support itu,” lanjutnya.

Klinik Pratama USK tidak hanya memberikan pelayanan bagi civitas akademika USK saja, akan tetapi juga berlaku untuk masyarakat umum. Kelebihan dari klinik ini adalah diberlakukannya layanan BPJS, sehingga nantinya masyarakat umum dan civitas akademika seperti mahasiswa dapat menikmati pelayanan kesehatan secara gratis, selama memiliki kartu BPJS.

“Nanti klinik itu akan kita buat kerja sama dengan asuransi kesehatan BPJS. Jadi nanti mahasiswa, atau siapa pun selama ada BPJS bisa berobat free di klinik kita ini. BPJS yang kemudian membayar klinik kita. Yang kedua, nanti kalau misalnya ada yang berobat di klinik itu perlu dirujuk ke rumah sakit, maka kita merujuk ke RSPN (Rumah Sakit Prince Nayef) Rumah Sakit Pendidikan kita. Jadi antara klinik dengan rumah sakit itu berkorelasi. Karna kan untuk masuk ke rumah sakit perlu rujukan, jadi biasanya dari klinik atau dari puskesmas baru nanti dia dirujuk ke rumah sakit,” lanjutnya.

Adapun harapan dari Syaifullah, terkait pembangunan Klinik Pratama adalah terciptanya pusat pelayanan kesehatan bermutu di lingkungan kampus USK, baik itu untuk civitas akademika dan juga masyarakat sekitarnya.

“Kita perlu tingkatkan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dll.  Jadi mereka akses kesehatan itu sudah mudah di kampus. Kemudian  kita berharap ini berkelanjutan, artinya unit apotek dan unit klinik ini menjadi sustaine, artinya dia berlanjut mejadi apotek yang sehat, besar, kemudian pelayanannya meningkat. Apoteknya juga gitu, obatnya banyak, apapun kebutuhan masyarakat dan civitas akademika tersedia di situ, dan dikelola dengan profesional. Sehingga kita berharap bahwa apotek dan klinik ini juga bisa menjadi salah satu sumber income generating untuk universitas. Makanya nanti  kita kelola dengan baik agar kemudian bisa mendapatkan pemasukan, yang mana pemasukan itu untuk kita investasikan kembali demi meningkatkan pelayanan, baik pelayanan apotek maupun pelayanan klinik,” tutupnya. []

Editor: Aisya Syahira