Beranda Terhangat Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Ini Tanggapan Mahasiswa USK Selama Pelaksanaan PTM

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Ini Tanggapan Mahasiswa USK Selama Pelaksanaan PTM

BERBAGI
Ilustrasi. (Rossdita Amallya/DETaK)

Rossdita Amallya | DETaK

Darussalam – Menurut data Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, total kasus Covid-19 saat ini mencapai lebih dari 4 juta kasus, dengan total kematian mencapai 144.320 jiwa. Hal ini memicu kekhawatiran bagi mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang kini tengah menjalani pembelajaran tatap muka sejak 17 Januari 2022.

Rumi Insani, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2020 mengaku merasa khawatir dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang ditakutkan akan mempengaruhi proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang baru saja dimulai beberapa minggu ini.

Iklan Souvenir DETaK

“Tentu saja ada rasa khawatir, PTM baru dilaksanakan beberapa minggu akan sangat disayangkan jika diberhentikan. Namun di samping itu kasus Covid juga mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Selain itu, Putri Nurhaliza seorang mahasiswi dari Program Studi Keperawatan USK juga ikut mengungkapkan rasa khawatirnya terkait meningkatnya kasus Covid-19 dan juga khawatir akan PTM yang mungkin saja dihentikan dan memaksa para mahasiswa untuk belajar online kembali yang ia nilai tidak efektif.

“Iya, saya merasa khawatir, dikarenakan proses belajar online tidak efektif, apalagi jika ada praktikum. Selain itu, kita juga baru memulai kuliah PTM, jadi semoga saja proses belajar mengajar ini tetap berlangsung secara offline,” jelasnya.

Putri Nurhaliza juga mengungkapkan betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan selama masa perkuliahan tatap muka di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

“Dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini, apalagi di masa perkuliahan tatap muka. Saya rasa penting bagi kita untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan lain-lain. Diharapkan, semoga Covid ini cepat berakhir agar proses belajar bisa lebih efektif,” ujarnya. []

Editor: Hijratun Hasanah