Siti Maryam Purba [AM] | DETaK
Darussalam – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) baru saja selesai melaksanakan perkuliahan semester ganjil tahun 2021/2022. Beberapa mahasiswa kemudian menceritakan pengalaman mereka tentang perkuliahan yang dilaksanakan secara daring.
Dinda Rizky Hayati, mahasiswi Program Studi Teknik Pertambangan (PSTP) angkatan 2020 mengaku dengan sistem kuliah daring dapat memudahkan mahasiswa dan dosen terkait jadwal ganti kelas, namun juga membuat mahasiswa menjadi manja.

“Kalau menurut aku ada plus minus-nya sih. Plus-nya itu ya kita tidak begitu terkait dengan waktu, kalau misal dosennya gak bisa ngajar pada hari tertentu, melalui kuliah daring ini kita bisa cari waktu lain gitu. Ada kelonggaran waku lah istilahnya. Nah, kalau tidak enaknya ya gitu, mahasiswanya jadi kebiasaan manja hehe, tapi manja di sini dalam artian tertentu yaa, kayak misal nih dari segi tepat waktunya, kemudian munculnya keluhan pak ini gak bisa, bu itu gak bisa, ya meskipun bagi beberapa orang mungkin benar-benar gak bisa gitu,” ungkapnya.
Sementara itu Maulidia Nur mengungkapkan bahwa kuliah daring memberi kesan sangat tidak menarik baginya, membuat mahasiswa cenderung mengabaikan penjelasan dosen, dan mahasiswa menjadi bosan.
“Menurut saya sistem pembelajaran kuliah daring semester ini sangat tidak memberi kesan menarik dalam pembelajarannya. Ditambah lagi dengan dibuatnya sistem daring ini, malah membuat mahasiswanya lebih cenderung mengabaikan apa yang dijelaskan oleh dosen, hal ini disebabkan karena mahasiswa merasa bosan, seperti itu,” ujar mahasiswi Program Studi Teknik Geofisika (PSTG) angkatan 2020 tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan Elfrita Herdianti, seorang mahasiswi Program Studi Akuntansi angkatan 2020 ini mengaku bahwa melalui kuliah daring dirinya merasa kurang fokus sehingga mengalami kesulitan ketika dosen memberikan materi.
“Menurut aku sih enaknya itu yang pasti lebih hemat ya, hemat waktu juga hemat biaya. Untuk nilai sih biasanya aman menurutku karena dosen biasanya kasi nilai yang hampir sama ke setiap mahasiswanya. Tapi masalahnya kuliah daring ini buat aku kurang fokus karena gak diawasi secara langsung. Dosen juga terlalu banyak ngasi tugas pas kuliah daring ini, dan yang paling gak enak itu susah paham materinya. Kalau di KRS sih bagus nilainya, tapi kalau ditanya paham apa enggak aku pasti jawab gak paham hehe,” jelas Elfrita..
Di lain sisi, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Safira Hasanah mengungkapkan bahwa penyebab kesulitan penyampaian materi ini adalah adanya technical error yang sering terjadi.
“Pada pembelajaran daring ilmu yang didapatkan oleh mahasiswa tidak sepenuhnya bisa didapatkan dengan baik disebabkan technical error yang sering sekali terjadi,” ucapnya.[]
Editor: Sahida Purnama




![[Lensa] Sejumlah Titik Kampus Dipenuhi dengan Tumpukan Sampah](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/06/Foto-3-1-100x75.jpg)





