Rani Mauizzah [AM] I DETaK
Darussalam – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar acara bedah buku Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara yang dihadiri oleh mahasiswa FISIP dan para undangan pada Rabu, 03 Oktober 2021 melalui Zoom Virtual Meeting. Acara ini berlangsung dari jam 15.00 – 17.00 WIB.
Acara ini turut dihadiri oleh narasumber-narasumber senior seperti Bagas Hapsoro yang merupakan Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia (2016-2020), Hari Arshariyadi yang merupakan Deputi Chief of Mission KBRI Paris serta Akademisi FISIP yaitu Sari Rahmani yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi di FISIP USK.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari tujuh belas penulis alumni Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan X pada 1984-1985 yang mencakup tentang beragam isu dari politik luar negeri, kerja sama antar negara di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sampai perlindungan warga Indonesia di luar negeri.
Pada pemaparannya, Bagas Hapsoro menyampaikan tentang Diplomat, perang dagang yang diawali oleh janji Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump dan China yang menantang Amerika Serikat berdampak bagi perdagangan Indonesia. Ia juga menyampaikan materi tentang Aceh serta Kopi Gayo yang memiliki nilai tinggi di luar negeri.
“Posisi Aceh ini sangat sentral, sangat penting. Karena teman-teman tau sendiri bagaimana kontribusi Aceh pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Potensi luar biasa seperti minyak bumi, gas alam, emas murni, batu bara dan sumber daya manusia yang dimiliki,” jelasnya.
Hari Arshariyadi juga menyampaikan materi tentang tataran global dan tataran domestik pada tahun 1989-2018 serta daya tawar Republik Indonesia pada negara Thailand, The Netherland, Yemen, dan Dubai yang mengalami pasang surut.
“Daya tawar kita sangat tinggi di Yemen, karena ikatan nenek moyang zaman dahulu dengan Hadramaut yang sampai sekarang keturunannya masih ada di Indonesia,” ungkapnya.
Materi dilanjutkan oleh Sari Rahmani, yang membedah buku Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara yang dikaitkan dengan pendekatan ilmu komunikasi yaitu komunikasi ekonomi politik yang berkaitan dengan perang dagang, komunikasi politik dan komunikasi antar budaya.
Ia menjelaskan bahwa di satu sisi Indonesia bisa menjadikan perang dagang sebagai cara kita mengambil dampak positif dan melebarkan eksistensi ekspor dagang.
“Jadi kita bisa ekspansi, kita bisa ekspor produk Indonesia ke Amerika karena Amerika sedang memperketat produk-produk dari China, tetapi ketika produk-produk dari China itu dibatasi oleh Amerika otomatis mau gak mau ada produk Indonesia yang tadinya diproses di China menjadi terhambat,” pungkasnya. []
Editor: Feti Mulia Sukma






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


