Nadiatun Mutmainnah | DETaK
Banda Aceh- Gelanggang Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Gemasastrin) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) pada Sabtu, 21 Agustus 2021 secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Pakarmaru yang rutin diadakan oleh Gemasastrin setiap tahun kali ini mengusung tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Kreatif, Inovatif dan Merdeka dalam Belajar”.
Dinda Anjelly selalu Ketua Panitia acara mengaku bahwa acara ini sangat diperlukan oleh mahasiswa.

“Acara ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana sistem yang ada dalam Prodi PBI serta meningkatkan karakter dari mahasiswa baru agar lebih aktif, kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Denni Iskandar selaku Ketua Jurusan Prodi PBI. Dalam pidatonya, ia memperkenalkan sekilas pintas dunia perkuliahan dan juga nasihat singkat yang sangat berguna untuk mahasiswa baru.
“Semua fakultas di USK ini sama, tidak ada yang merasa paling baik karena kita di sini saling melengkapi. Semua akan gersang jika merasa hebat sendiri. Hal ini perlu kita tanamkan agar kita bisa istiqamah di prodi yang sudah kita pilih,” tuturnya.
Selanjutnya, dalam acara ini juga ada perkenalan dengan dosen yang ada di Prodi PBI. Dalam kata sambutannya, para dosen berpesan kepada mahasiswa agar disiplin waktu dikarenakan amanah yang diemban sekarang semakin meningkat.
“Kalian sudah menjadi mahasiswa, apa yang kalian targetkan harus kalian planning. Pesan saya untuk kalian yaitu berusahalah untuk tidur cepat dan berusahalah bangun cepat, ini adalah motivasi yang sangat berguna. Setelah kalian planning kalian harus disiplin waktu. Itu adalah bekal yang harus kalian jaga,” tutur Wildan, salah satu Dosen Pengampu mata kuliah Sastra.
Rahmat Zuliansyah sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa Pakarmaru sangat penting karena salah satu tujuannya agar mahasiswa termotivasi belajar.
“Pakarmaru tadi sangat menyenangkan karena mengenal sosok dosen yang memiliki segudang pengalaman hidup berharga dan mampu memotivasi saya untuk menuntut ilmu lebih giat lagi. Harapan saya ke depannya tentu saja saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk belajar, menginvestasikan waktu, tenaga dan doa untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Senada dengan Rahmat, Muhammad Khalil juga berpendapat bahwa Pakarmaru sangat penting dikarenakan pembahasannya mengenai dunia perkuliahan dan salah satu syarat kelulusan.
“Perasaan saya sangat senang, selain acaranya seru, saya juga mendapatkan berbagai ilmu dari pengalaman dosen. Mereka berbagi pengalaman mulai dari awal mengecap dunia perkuliahan hingga sukses seperti yang kita lihat saat ini. Saya berharap ke depannya saya bisa lebih giat lagi karena salah satu dosen tadi berkata bahwa kuliah di Bahasa Indonesia tidak hanya akan berakhir menjadi guru karena Bahasa Indonesia merangkup semua bidang, “ tuturnya.
Ketua Panitia juga menyampaikan harapan terbesarnya terhadap mahasiswa baru yang sudah mengikuti Pakarmaru.
“Semoga menjadi mahasiswa yang memiliki jiwa berkompetisi untuk menumbuhkan kreatifitas dalam diri masing-masing mahasiswa baru dan bersungguh-sungguh untuk menunaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa,” pungkas Dinda. []
Editor: Hijratun Hasanah










