Satria Liswanda, Septia Dwi Amanda | DETaK
Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperoleh pahala sebanyak-banyaknya. Umat Islam berlomba-lomba memperoleh rahmat dan ridho Allah di bulan Ramadhan. Amalan pokok pada bulan Ramadhan ialah dengan berpuasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, selain itu banyak amalan-amalan lainnya yang bisa dikerjakan dan akan memperoleh pahala berlipat ganda seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, shalat tarawih, witir, dan shalat-shalat sunah lainnya.
Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa, terdapat satu malam di bulan Ramadhan yang sangat mulia, penuh keberkahan, dan malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut dikenal dengan sebutan “Lailatul Qadar”.
Istimewanya malam Lailatul Qadar sehingga dijadikan nama surah dalam Al-Qur’an, yaitu surah ke 97 “Al-Qadar” yang menceritakan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, yang artinya:
(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu. (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) lesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)
Keutamaan Lailatul Qadar yang disebutkan dalam surah Al-Qadar di antaranya sebagai berikut.
1. Malam diturunkannya Al-Qur’an
Sudah menjadi kesepakatan ulama bahwasanya pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadar ayat 1.
2. Lebih baik daripada seribu bulan
Malam ini menjadi sangat istimewa dibanding dengan malam-malam lainnya, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadar ayat 3 bahwa malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Maka berusahalah untuk bisa memperoleh malam Lailatul Qadar. Jika seseorang melakukan amal shalih pada malam itu, maka pahala yang kita dapatkan seperti pahala melakukan amal shalih selama seribu bulan.
3. Malam turunnya para malaikat dengan izin Allah
Dalam surah Al-Qadar ayat 4 disebutkan pada malam Lailatul Qadar turun para malaikat ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Al-Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa dari setiap lapis langit dan juga Sidratil Muntaha, para malaikat turun ke bumi untuk mengamini do’a umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga terbit fajar (masuk waktu subuh). Selain itu disebutkan bahwa para malaikat turun untuk membawa ketetapan taqdir untuk setahun ke depan.
4. Penuh kesejahteraan
Ayat terakhir surah Al-Qadar menyebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar. Maksudnya pada malam itu Allah Swt hanya memberi kesejahteraan dan keselamatan sampai terbit fajar atau sampai masuk waktu subuh.
Terdapat perbedaan pendapat ulama ketika berbicara mengenai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Perbedaan pendapat tersebut telah terjadi sepanjang zaman. Hal tersebut terjadi karena tidak ada dalil yang secara tegas menyebutkan kapan waktunya.
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh HR. Imam Muslim yang menyebutkan, “Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”
Dari hadits tersebut disebutkan tanda-tanda yang muncul saat Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
1. Sinar matahari yang teduh
Munculnya Lailatul Qadar ditandai dengan kemunculan matahari dengan sinar yang sangat meneduhkan, tidak panas namun cerah. Hal ini dijelaskan oleh sabda Nabi Muhammad Saw yang berbunyi “Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”
2. Udara terasa sejuk
Tanda yang kedua adalah saat Lailatul Qadar muncul udara sejuk akan menyelimuti permukaan bumi, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw, “Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, besok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”
Sebagian besar para ulama bersepakat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan. Di samping itu, jika Lailatul Qadar dimaknai sebagai malam kemuliaan, maka Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, ketika ibadah i’tikaf disunnatkan.[]
#30HariBercerita










