Beranda Artikel Anak-Anak dan Puaso Iuwak-Iuwak di Masyarakat Jamee

[DETaR] Anak-Anak dan Puaso Iuwak-Iuwak di Masyarakat Jamee

BERBAGI
Ilustrasi. (Neira Salsabila/DETaK)

Missanur Refasesa | DETaK

Di masyarakat suku Aneuk Jamee, khususnya suku Aneuk Jamee di Samadua, Aceh Selatan, ada beberapa istilah yang tidak menemukan padanan pada bahasa Indonesia. Sama halnya dengan bahasa daerah lain, bahasa Jamee yang menurut sejarahnya merupakan turunan dari bahasa Minangkabau, Sumatra Barat, memiliki kosatakata-kosakata khusus yang merujuk kepada sesuatu yang spesifik, baik dalam kesehariannya maupun merujuk kepada sesuatu yang berhubungan dengan istilah-istilah keagamaan.

Di bulan Ramadhan seperti sekarang ini ada istilah yang sering diucapkan orang tua kepada anak-anak mereka. Konon istilah ini sudah digunakan sejak dahulu dan terus diucapkan hingga saat ini. “Puaso iwuak-iwuak” adalah akronim untuk puaso pagi-pagi bukak pariwuak. Puaso dalam bahasa Indonesia berarti puasa, dan pariwuak berarti periuk. Dahulu periuk yang umumnya terbuat dari tanah liat atau logam lumrah digunakan untuk menanak nasi.

Puaso iwuak-iwuak merujuk kepada kelakuan anak-anak yang belum balig yang biasanya hanya berpuasa setengah hari, atau bahkan seringkali hanya beberapa jam setelah sahur. Karena pada zaman dahulu masyarakat masih menggunakan periuk, istilah bukak pariwuak jadi sangat mewakili aksi mereka saat mengambil nasi untuk berbuka dini.

Umumnya ujaran ini dijadikan gurauan agar sang anak malu karena sudah berbuka. Alih-alih memarahi, orang tua di masyarakat Jamee justru melontarkan candaan, dengan begitu orang tua berharap agar setidaknya sang anak belajar dan bertahan puasa hingga siang.

Meski saat ini mayoritas masyarakat sudah menggunakan penanak nasi modern atau rice cooker atau malah kerap disebut kosmos (cosmos), istilah tersebut masih terus digunakan dan dalam kasus ini belum pernah terdengar pariwuak diganti kosmos.

Puaso iwuak-iwuak secara harfiah memang bisa diartikan dalam bahasa Indonesia. Namun lebih dari sekedar arti, istilah tersebut masih menyimpan budaya dan kebiasaan masyarakat Jamee setiap kali ia dituturkan. Kelak anak-anak yang tidak lagi merasakan nasi dalam periuk tetap akan tahu sebelum rice cooker merebak, periuk adalah primadona di dapur nenek mereka.

Dalam sebuah artikel di internet, ada istilah godin yang berasal dari Sunda. Istilah tersebut kurang lebih menjelaskan fenomena yang sama dengan istilah puaso iwuak-iwuak.

Apakah kamu juga memiliki istilah yang sama di daerahmu?

#30 Hari Bercerita