
Qaulan Syakila Afiza [AM] | DETaK
Darussalam-Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam Universitas Syiah Kuala (UP3AI USK) Menghadirkan program baru di tahun ini bernama Impact class sebagai lanjutan kegiatan Mata Kuliah Pembinaan Karakter (MKPK). Impact class perdana ini mengusung tema “Balance Life Ala Muslim Gen-Z: Kuliah Keren, Organisasi Jalan, Ibadah Nomor Satu”. Dihadiri oleh kurang lebih 1.000 peserta dari seluruh fakultas di USK yang telah masuk kelas unggulan (Al-Qur’an) MKPK 1. Kegiatan perdana ini berlangsung di dalam Masjid Jami’ USK, pada Minggu 5 Oktober 2025.
Wilda Fitri Handayani selaku Staff Personalia UP3AI USK, mengatakan tujuan diadakannya program ini agar para mahasiswa tidak terlalu bosan pada kelas MKPK yang terlalu monoton dengan menciptakan suasana baru, selain itu juga menumbuhkan motivasi dan semangat mahasiswa dengan mengundang para pemateri handal agar mereka punya keinginan untuk terus berkarya dan bisa menyeimbangkan antara kehidupan akademis dan spiritual.

“Terkait Gen-Z yang mudah jemu dan bosan akibat suasana kelas yang monoton, melalui kegiatan ini kami ingin ada suasana belajar yang lebih menyenangkan dengan mengumpulkan para mahasiswa dalam satu forum. Yang kedua kita mau mengundang pemateri yang relate dengan mereka untuk memotivasi mahasisawa untuk terus berkarya, namun tak lupa akan pentingnya nilai spiritual didalam kehidupan,” ungkapnya.
Sebagai program perdana UP3AI tahun ini, Impact Class mengahdirkan dua pemateri handal, yaitu Sugeng Warisno (Putra Budaya Aceh) sebagai pemateri pertama, dan Muhammad Cheryl Amelin Alsa (Mahasiswa Berprestasi FP USK 2025) Sebagai pemateri kedua.
Dalam penyampaian materi tersebut, Sugeng Warisno memeberikan tiga point penting untuk menyeimbangkan antara kehidupan spiritual dan akademis.
“Ada tiga hal penting yang perlu di pegang dalam konsep balance ini, yang pertama itu ketahui prioritas, yang kedua membuat planning, dan terakhir jalankan planning tersebut dengan rasa ikhlas, untuk tambahannya jangan lupa libatkan Allah dalam segala kegiatan yang kita lakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Firuz Nibras sebagai salah satu peserta mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat, terlebih materi yang disampaikan sangat relate dengan permasalahan para Gen-Z yang masih bingung cara memanajemen waktu sebagai mahasiswa baru.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya merasa lebih ter arah dan mengetahui prioritas saya dan hal-hal apa saja yang perlu saya capai selama berkuliah. Selain itu, kisah-kisah yang diceritakan pemateri membuat saya semakin termotivasi untuk terus menuntut ilmu dengan niat mencari ridho Allah,” ungkapnya.[]
Editor: Nasywa Nayyara Tsany









