
Musfirah | DETaK
Darussalam–Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Bronze Medal dan Favorite Poster Award pada ajang 5th International Youth Summit yang diselenggarakan di Malaysia melalui inovasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mitigasi bencana banjir.
Tim tersebut diketuai oleh Muhammad Aljawady dari Program Studi Farmasi bersama Muhammad Hafidhul Sultan dari Program Studi Informatika, Meutia Markhalida dari Program Studi Farmasi, serta dua anggota lainnya. Mereka mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi potensi banjir berdasarkan sejumlah parameter lingkungan sebagai upaya mendukung sistem peringatan dini.

Ketua tim, Muhammad Aljawady, mengatakan keikutsertaan mereka dalam kompetisi bermula setelah salah satu anggota membagikan informasi lomba pada awal semester dua.
“Awalnya kami mendapatkan informasi lomba sebelum Ramadhan. Setelah itu kami membentuk tim, menyusun ide, lalu selama bulan Ramadhan fokus mengerjakan esai hingga akhirnya berhasil mengirimkan karya sebelum pengumuman finalis,” ujarnya.
Aljawady menjelaskan, inovasi yang mereka kembangkan lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
“Kami membuat sistem yang dapat mendeteksi potensi banjir berdasarkan beberapa parameter, seperti curah hujan dan indikator lingkungan lainnya. Harapannya, sistem ini dapat membantu memberikan peringatan dini kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam proses perlombaan, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menentukan konsep inovasi hingga membagi waktu di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS). Meski demikian, seluruh anggota tetap berkomitmen menyelesaikan setiap tahapan kompetisi.
Muhammad Hafidhul Sultan menilai keberhasilan tim tidak terlepas dari kerja sama dan konsistensi seluruh anggota selama proses persiapan.
“Faktor terpenting adalah kerja sama tim yang baik. Kami berusaha konsisten menjalani setiap proses dan selalu terbuka terhadap kritik maupun saran agar karya yang dihasilkan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Meutia Markhalida. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci menjaga kekompakan tim.
“Ide yang bagus tidak akan tersampaikan dengan maksimal jika komunikasi dalam tim kurang baik. Karena itu, kami selalu saling mendengarkan, mengurangi ego masing-masing, dan mencari solusi bersama,” katanya.
Melalui pencapaian tersebut, tim berharap semakin banyak mahasiswa USK berani mengikuti berbagai kompetisi untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Meutia juga mengajak mahasiswa agar tidak ragu mencoba hal-hal baru. “Lebih baik menyesal karena gagal daripada menyesal karena tidak pernah mencoba. Dari kompetisi kita bisa mengetahui potensi diri, belajar dari orang lain, dan memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kelas,” tutupnya.[]
Editor: Zikni Anggela









