Beranda Terkini Program Studi Ilmu Komunikasi Gelar Pagelaran Project Base Learning

Program Studi Ilmu Komunikasi Gelar Pagelaran Project Base Learning

BERBAGI
Bangdha dan moderator, Hafiz Daniel berbincang mengenai pengalamannya menjadi konten kreator, 28/05/2025 (Zarifah Amalia/DETaK)

Zarifah Amalia & Amirah Nurlija Zabrina | DETaK

Darussalam-Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Pagelaran Project Base Learning (PJBL) dengan tema “Langkah Strategis Menjadi Sang Konten Kreator” di Aula Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Rabu, 28 Mei 2025.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan FISIP, Efendi Hasan dan dihadiri oleh konten kreator food vlogger yang sedang naik daun Ridha Gunawan atau yang dikenal Bangdha. Efendi Hasan menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh penghasilan, bahkan tanpa perlu membuka toko, namun hanya memanfaatkan pengetahuan.

Iklan Souvenir DETaK

“Dengan perkembangan ini, pengetahuan sudah bisa mendatangkan income ya mahasiswa. Jadi menunjukkan apa bahwa itu adalah salah satu dari perkembangan ilmu pengetahuan bisa mendatangkan income dan di rumah kita bisa mendatangkan income enggak perlu lagi buka toko,” ujarnya.

Ketua Pelaksana, Deni Yanuar menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman baru bagi mahasiswa sekaligus mendorong mereka mengekspresikan imajinasi yang selama ini terpendam.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengalaman yang baru kepada mahasiswa, memberikan imajinasi mereka, mengeluarkan ekspresi mereka yang mungkin selama ini terpendam dan saya yakin masuk program komunikasi ini sudah sangat mahir yang terkait dengan pembuatan konten, videografi dan sebagainya,” ucapnya.

Bangdha mengungkapkan bahwa mengawali peran sebagai content creator karena passion, namun kemudian menyadari bahwa profesi ini juga memiliki peluang yang menjanjikan asalkan dijalani dengan konsisten.

“Content creator adalah passion awalnya, tapi sadar ini juga bisa jadi pekerjaan yang menjanjikan dan harus konsisten. Makanan relate dengan semua usia, makanan bisa jadi cara untuk menghubungkan banyak cerita, mulai dari umkm, nilai budaya, dan lain-lain,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat konten dengan mengunggah dua hingga tiga kali sehari agar mendapat perhatian lebih. Baginya, tidak perlu alat canggih, yang terpenting adalah memaksimalkan apa yang ada.

“Harus konsisten upload, sehari bisa 2 sampai 3 dan harus menarik biar dia naik. Maksimalkan apa yang ada. Gak harus ada alat canggih yang terpenting adalah sabar dan terus belajar untuk buat konten yang menarik,” ujarnya. [ ]

Editor: Pramudiyanti Saragih