Yaumil Farah Alyssa [AM] | DETaK
Darussalam – Society of Exploration Geophysicists (SEG) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan webinar pada Sabtu, 13 November 2021. Kegiatan ini mengusung tema “Idealistic Vs Realistic” yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting dari pukul 09.00 s.d selesai.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yakni Ibnu Hafizh (Head of Exploration & Exploitation Division, Planning Department. BPMA), Khalif AlFaiz (Founder CV. Geotama Multi Resource, Geophysical Engineering alumni 2015), dan Agung Prastyo (Geophysicist at PT. ELNUSA TBK, Geophysical Engineering alumni 2011) dan dipandu oleh Rizki Amalia sebagai moderator.

Roufiq Rachmadsyah selaku Presiden SEG Universitas Syiah Kuala mengatakan, diusungnya tema tersebut diharapkan dapat menjadikan mahasiswa mampu menempatkan kedua hal itu pada kondisi yang tepat.
“Jadi career talk yang bertemakan idealistic versus realistic merupakan suatu tema, jadi kita sebagai mahasiswa harus bisa menempatkan kedua pendirian tersebut pada kondisi yang tepat. Jadi kapan kita harus berpikir idealis dan kita harus berpikir realistis,” ujar Roufiq pada sambutannya.
Pada sesi materi pertama, Ibnu Hafizh memaparkan bahwa dalam bekerja tidaklah harus sesuai dengan passion selama mampu untuk disesuaikan
“Jurusan ideologi sosial politik kerjanya di bank misalnya, atau jurusan teknik kerjanya di perbankan atau di partai politik, itu misalnya merupakan 2 hal yang berbeda. Tapi kadang-kadang selama bisa kita sesuaikan atau pada saat kondisi perusahaan, kadang disesuaikan dengan kondisi perusahaan, bukan keinginan dari atau passionnya kita sendiri. Itu juga akan jadi hal yang akan dihadapi di dunia kerja, dan tidak boleh tertutup dengan hal itu,” jelasnya dalam materi.
Sementara itu, khalif Al Faiz menjelaskan tentang pentingnya student skill, personal branding, dan juga curriculum vitae.
“Jadi sebenarnya, berbicara masalah student skill ini hal mendasar yang harus kita punya. Jadi itu ada self initiative, komitmen kita, time management, fleksibilitas dan problem solving. Jadi sebenarnya sedari mahasiswa itu kita membiasakan diri, itu untuk bekerja, untuk belajar itu inisiatif. Nah kalau saya tu, punya moto tu inisiatif, kreatif, inovatif, bukan tarif,” ujar Khalif.
Khalif menambahkan bahwa personal branding memiliki banyak manfaat, saah satunya adalah menumbuhkan kepercayaan pihak investor.
“Seperti yang saya bilang tadi, dengan adanya personal branding orang itu akan lebih trust sama kita. Kita bisa menumbuhkan kepercayaan, terus ya kalau misalnya kalian punya background pengusaha gitu, nah itu akan lebih gampang mendapatkan investor, lebih gampang mendapatkan partner,” tambahnya.
Kemudian dilanjutkan dengan materi ketiga yang disampaikan oleh Agung Prastyo. Dalam materinya, Agung menceritakan bagaimana pengalaman beliau ketika melaksanakan magang serta menjelaskan tentang pentingnya purpose dan career direction.
“Sebenarnya magang itu berbeda dengan KP atau TA teman-teman, itu mungkin perlu dicatat ya. KP, TA, dengan magang itu berbeda. Jadi KP, TA itu mungkin kebutuhannya lebih ke kita dari sisi mahasiswa. Jadi kita butuh nilai KP, nilai TA, jadi kita lakukan KP, TA di perusahaan. Kalau magang, magang itu, ya kita hitungannya sudah bekerja di perusahaan, walaupun bukan di posisi kunci dengan tanggung jawab yang luar biasa,” jelas Agung.
Di akhir materi, Agung juga menambahkan bahwa etika dan sikap sangat penting dalam bekerja.
“Jadi perusahaan itu hire kita dengan attitude, karena perusahaan selalu bisa mengajarkan skill ke karyawan-karyawannya. Nah ini penting teman-teman,” tutupnya. []
Editor: Sahida Purnama










