Beranda Terkini Commslab Gelar “Bicara Aceh” di USK, Bahas Kutukan SDA dan Ekonomi Restoratif

Commslab Gelar “Bicara Aceh” di USK, Bahas Kutukan SDA dan Ekonomi Restoratif

BERBAGI
Program BICARA yang diselenggarakan di Aceh oleh Commslab bertempat di Universitas Syiah Kuala. (Shafna/DETaK)

Rizki Mauliza Yanti & Shafna | DETaK

Darussalam–Program Bicara Aceh yang digagas Yayasan Commslab, lembaga edukasi berbasis di Jakarta, digelar selama dua hari di Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatan ini diadakan pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 13.30–16.00 WIB dengan tema diskusi “Reset Indonesia: Kutukan Sumber Daya Alam dan Ekonomi Restoratif”, dan dilanjutkan pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 09.00–12.00 WIB melalui Workshop Storytelling Multimedia.

Ketua panitia, Asrul Shidiq, mengatakan kegiatan tersebut adalah bagian dari rangkaian program yang diselenggarakan jurnalis dalam Yayasan Commslab di Jakarta.

“Mereka mengajak kami berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Program ini tidak hanya di Aceh, sebelumnya juga digelar di Ternate dan setelah Banda Aceh akan dilaksanakan di Padang,” ujarnya.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan lokal, di antaranya Saiful Mahdi, dosen USK; Farid Gaban dari Ekspedisi Indonesia Biru; Viky Arthiando, peneliti dari Celios; serta Chaideer Mahyuddin, Visual Journalist Agence France-Presse (AFP) Jakarta Bureau.

Asrul menjelaskan, kegiatan hari pertama difokuskan pada diskusi untuk membahas solusi dan temuan terkait isu sumber daya alam dan ekonomi restoratif. Sementara itu, hari kedua diisi dengan pelatihan Storytelling Multimedia.

“Rangkaian acaranya dua hari, kemarin dan hari ini. Yang mana hari pertama kita mengadakan diskusi untuk mencari solusi dan temuan, lalu di hari kedua di hari Jumat ini terkait Workshop Storytelling Multimedia,”ujarnya.

Program tersebut bertujuan menjadi ruang belajar bersama bagi konten kreator, jurnalis, mahasiswa, dan fotografer agar mampu menghasilkan karya berbasis riset dengan narasi yang kuat. Penyelenggara juga berencana membuka program fellowship untuk mendukung riset lapangan.

“Harapannya kegiatan ini menjadi wadah belajar, terutama bagi kreator yang tidak memiliki latar belakang jurnalistik. Ke depan akan ada program fellowship untuk mendukung penelitian, dan informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh pihak Commslab,” tutupnya.[]

Editor: Fathimah Az Zahra