Beranda Terkini ARC USK Persembahkan Inovasi Minyak Angin Cajupach Hingga Capai Final Greenovate

ARC USK Persembahkan Inovasi Minyak Angin Cajupach Hingga Capai Final Greenovate

BERBAGI
Tim ARC USK menerima apresiasi dalam Greenovate Startup Accelerator 2025.17/09/2025. (Dok. Pribadi)

Alya Mukhbita Nur [AM] & Amirah Nurlija Zabrina | DETaK

Darussalam Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) mempersembahkan inovasi Minyak Angin di ajang Greenovate Startup Accelerator 2025 dengan tema “Green Chemistry for Industrial Excellence yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina dengan Global Greenchem Innovation and Network Program, Yale University, Kementerian Perindustrian RI, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), serta Global Environmental Facility (GEF) pada Kamis hingga Jum’at, 16-17 September 2025. 

Produk yang diinovasikan bernama “Cajupach Medicated Aromatherapy Oil” yakni minyak angin berbahan dasar kayu putih dan nilam dari Aceh, menjadikan ARC USK menjadi salah satu inovasi unggulan yang lolos seleksi ketat dari lebih 60 startup nasional. Cajupach sendiri merupakan hasil hilirisasi penelitian lintas disiplin di USK. Tim perumusnya terdiri dari: 

  1. Prof. Dr. Binawati Ginting, M.Si (Professor in Natural Prdoucts organic Chemistry, USK)
  2. Dr.Ir. Elly Sufriandi, M.Si (Doctor in Analytical Chemistry, USK)
  3. Dr. Kartikawati Noor Khomsah, M.Hut (Doctor and Researcher in Plant Breeding at the National Research and Innovation Agency (BRIN))
  4. Dewi Suryani Sentosa, M.E (Master of Economics in Islamic Economics, USK)
  5. Cantika Dwi Riski, M.Si (Master of Science in Natural Products Organic Chemistry, USK)
Iklan Souvenir DETaK

Produk ini merupakan hasil riset setelah COVID tahun 2020, yang pada saat itu orang-orang membutuhkan anti virus. Dari riset tersebut ditemukanlah beberapa manfaat yang sangat berguna seperti anti inflamasi, anti kanker dan juga dapat mengatasi keluhan ringan yang sering dirasakan manusia dalam sehari-hari seperti, masuk angin, badan yang terasa pegal atau nyeri, pusing, mual. 

Cajupath memiliki kriteria yang difokuskan oleh Greenovate, yaitu pengembangan produk green chemistry atau kimia hijau yang terhindar dari bahan kimia berbahaya dan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Dalam hal ini, Cajupach menggunakan bahan alami dari tanpa adanya bahan kimia dengan menggunakan teknologi Disolusi Molekuler. 

Limbah yang dihasilkan juga memberikan beberapa manfaat, seperti limbah daun nilam yang dapat digunakan sebagai pupuk, dan juga limbah dari proses purifikasi minyak nilam dapat dijadikan sebagai obat nyamuk atau pembersih lantai. Selain itu, inovasi ini juga memberikan pemberdayaan ekonomi kepada para petani karena bahan bahan yang digunakan adalah hasil dari petani. 

Tak hanya itu, Cajupach dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki ketertarikan pada obat herbal.  Cajupach memiliki aroma yang harum, segar, dan menenangkan jadi ini dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk menggunakan obat herbal yang berbahan dasar alami. Hal ini juga berkesinambungan dengan ajang Greenovate yang berfokus pada segi teknologi yang digunakan, inovasi teknologi untuk masyarakat, serta aspek ekonomi dan aspek sosial yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan para petani.

Salah satu anggota dari Tim ARC USK, Cantika Dwi Rizki menyatakan bahwa produk ini melakukan branding di social media dan juga bermitra pada beberapa distributor.  Saat ini, Cajupach sedang dalam proses pengurusan izin BPOM, meskipun sebelumnya sudah dapat diperjualbelikan karena merupakan obat herbal dengan bahan-bahan alami dari tanaman yang dapat diinformasikan kandungannya.

“Alhamdulillah, sudah ada penjualan. Kita melakukan promosi di social media untuk peningkatan penjualan dan yang paling penting itu adalah terkait dengan legalitas bisnis,” papar Cantika. 

Dalam pembuatan inovasi, Cantika menegaskan bahwa pengembangan diri memang penting, namun tidak boleh berhenti hanya pada kepentingan pribadi. Ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan agar manfaatnya bisa lebih luas. Selain itu, kolaborasi juga menjadi hal penting supaya manfaat yang diberikan tidak hanya untuk diri pribadi, tetapi juga untuk perguruan tinggi.

Self development, perkembangan diri tetapi kita tidak boleh hanya berfokus untuk perkembangan diri kita harus memperhatikan banyak hal, aspek yang bisa kita berikan benefitnya. Selanjutnya berkolaborasi agar bisa memberikan manfaat bukan hanya untuk kita tapi untuk perguruan tinggi juga,” tegasnya.

Pencapaian ini menunjukkan ARC USK dapat menghasilkan produk atsiri Aceh yang berdaya saing nasional sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.  Cajupach tidak hanya memperkuat reputasi USK sebagai pusat riset minyak atsiri, tetapi juga membuka peluang komersialisasi produk lokal yang mampu menembus pasar lebih luas. []

Editor: Khalisha Munabirah