
Askia Nailah [AM], Yovita Amanda Putri [AM] | DETaK
Banda Aceh – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Putroe Phang Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar acara Artcoholic Exhibition pada Sabtu malam, 22 Oktober 2022 di Taman Seni dan Budaya Aceh.
Artcoholic Exhibition adalah acara tahunan UKM Seni Putroe Phang dan tahun ini merupakan penyelenggaraannya yang ke-14. Kegiatan ini mengangkat tema “Tameuseunia-Tameusyedara”.

Febri Hariyandi, selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa acara tahun ini memiliki banyak perbedaan dengan acara tahun sebelumnya.
“Kalo dibilang perbedaan banyak sekali. Yang pertama di lokasi, yang kedua di konsepnya. Kalo yang di sini konsep garapannya lebih ke seni tapi seni modern ke band tapi mengangkat karya-karya orang Aceh, karya-karya band Aceh kayak Kande, Nyawoeng, Cupa Band, jadi lebih ke seni dan modern bisa dikata kreasi lah, garapan seni gitu,” ujar Febri.
Febri juga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperingati milad UKM Seni Putroe Phang yang ke 27 tahun.
“Sebenarnya tujuan ini salah satunya memperingati milad UKM Putroe Phang ke-27 tahun. Jadi kalo acara ini memangnya di tiap tahun diadakan. Alhamdulillah kalo tahun ini udah sukses jadi gak ada kendala misalkan musibah Covid, jadi memang diadakan di open stage kayak gini di TB,” ungkapnya.
Hanifa Saumi Rahma, merupakan salah satu penonton mengungkapkan kesannya bahwa acara ini seru, dan pengunjung yang lain juga tertib.
“Pas nontonnya seru sih ya karena kan rame juga kan, terus acaranya tu banyak juga kan ada nari ada nyanyi juga kan barusan. Trus kayak tertib gitu orang-orangnya jadi kayak seru aja kek gitu engga yang chaos kayak gitu, terus kayak tertib enak gitu,” ungkapnya.
Persiapaan dekorasi dan hal lainnya untuk malam puncak Artcoholic Exhibition di Taman Budaya dilakukan selama tiga hari. Febri berharap acara ini bisa menghibur masyarakat dan mahasiswa yang ada di Banda Aceh.
“Harapan yang sangat banyak lah, secara harapan terutama acara ini sukses, bisa terhibur semua masyarakat Banda Aceh, mahasiswa dan juga menjadi kesan dan pedoman bagi kita semua dengan seni. Dan merangkul kekeluargaan seni atau seniman-seniman Banda Aceh dengan ada agenda ini,” harapnya.[]
Editor: Indah Latifa









