
Muhammad Abdul Hidayat | DETaK
Darussalam-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) desak Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik USK, Agussabti, untuk melakukan audiensi terkait keluhan pemakaian toga dari universitas lain pada Selasa siang, 31 Oktober 2023.
Menurut ketua BEM FKIP, Putra Perdana, berdasarkan informasi awal yang pihaknya terima, toga universitas lain tersebut akan dikhususkan untuk hari ketiga wisuda, yang mana jadwal wisuda FKIP bertepatan dengan hari tersebut.

“Persoalannya, di hari ketiga itu adalah jadwal anak FKIP. Sehingga, informasi awalnya itu, FKIP ini mutlak mendapatkan baju toga universitas lain. Kami merasa engga enak hati juga,” ujarnya.
Putra mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah berkomunikasi dengan Wakil Dekan (WD) I FKIP, namun pihak dekan juga belum mengetahui tentang situasi ini. Oleh karena itu, mereka diinstruksikan untuk langsung menjumpai WR I.
Sementara itu, Agussabti mengungkapkan, ini merupakan kejadian di luar prediksi sebelumnya sebab jumlah wisudawan di bulan November ini mencapai 2.700, sedangkan toga USK hanya berjumlah 2000. Oleh karenanya, pihaknya berinisiatif menggunakan toga dari universitas lain.
Lebih lanjut, ia menerangkan, agar penataannya lebih mudah, pihaknya memutuskan untuk mengkhususkan pemakaian toga universitas lain tersebut di hari ketiga wisuda. “Supaya mudah aturnya, makanya kita post-kan (toga) di satu hari (hari ketiga). Tapi ternyata ada yang protes tadi karena merasa ga adil. Maka kita terima (protesnya),” katanya.
Dalam perjumpaan tersebut, Agussabti beserta BEM FKIP bersepakat atas solusi untuk permasalahan ini dengan membagi toga universitas lain secara merata untuk tiga hari wisuda, yaitu 200 toga untuk hari pertama, 200 toga untuk hari kedua, dan 300 toga untuk hari ketiga.
Agussabti menambahkan, dengan pengalaman ini, pihaknya berencana melakukan penambahan toga agar tidak terjadi lagi kekurangan toga di masa mendatang. “Dengan pengalaman ini, nanti ke depannya kita akan adakan pengadaan (toga),” pungkasnya. []
Editor: Aisya Syahira









