Ahlul Aqdi [AM] | DETaK
Darussalam – Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan salah satu universitas terbaik se-Sumatra. Hingga pada tahun 2021, Webometrics menempatkan Universitas Syiah Kuala di urutan ke-17 sebagai universitas terbaik se-Indonesia. Posisi tersebut menjadikan universitas tertua di Aceh ini sebagai universitas terbaik di pulau Sumatra. Maka sudah biasa bila ada banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang berkuliah di Universitas jantung hati rakyat Aceh ini.
Salah satunya adalah Rifka Beatriks Hindom, Mahasiswi prodi Kehutanan yang berasal dari Fakfak, sebuah kabupaten/ kota yang berada di ujung timur Indonesia, Papua. Rifka mengaku tidak menjadikan USK sebagai universitas pilihan di program afirmasinya. Ia awalnya kecewa ketika mengetahui tidak lolos di kampus pilihannya, UNAND. Akan tetapi, setelah berkuliah kurang lebih satu setengah tahun di USK, ia merasa bersyukur dan sangat senang bisa berkuliah di Universitas jantung hati rakyat Aceh ini.

“Awalnya sih rasa penyesalan itu ada dikit, karna takutnya nggak ada kawan USK. Tapi lama-lama, puji Tuhan malah senang.” kata Rifka.
Rifka juga menjelaskan tentang apa yang membuat ia senang berkuliah di Universitas Syiah Kuala,
“Bukan masalah panas dan tidaknya, tapi masalah peraturan daerahnya, seperti cara berpakaian, nggak boleh cowo cewe berduaan, yang kek-kek gitu. Orang-orangnya juga ramah-ramah, dan banyak pantainya, dan selama berkuliah di USK, puji Tuhan sih nggak ada masalah apa-apa.” jelas Rifka.
Sedikit berbeda dengan Rifka, Nur Anisa Sarafina, mahasiswi Pendidikan Dokter yang berasal dari Riau ini memang sudah menargetkan untuk mengambil gelar sarjana kedokterannya di perguruan tinggi Universitas Syiah Kuala.
“Jawaban singkatnya, karena akreditasi kedokteran di USK udah A, terus kuota penerimaannya juga waktu itu lumayan besar.” jawab Nisa.
Nisa mengungkapkan bahwa ia belum pernah sama sekali ke Aceh sebelumnya. Ia mengetahui Aceh hanya dari cerita Mesjid baiturrahman dan Museum Tsunami.
“Pertama kali ke Aceh baru pas kuliah, hahahah…. Sebelumnya emang nggak pernah kepikiran kata-kata Aceh dan dulu dengar Aceh cuman pengen ke Majid Raya sama (museum) Tsunami aja. Tapi karena kakak sepupu Nisa emang kebetulan kuliah di Aceh, tepatnya USK. Jadi dia spill USK ke Nisa dan dari situ baru ngestalk tentang USK dan lingkungan Aceh gimana. Ya bagus sih, terus Islamic gitu dan luas juga kampusnya. Cuman karna USK univ tertua di Aceh jadi banyak bangunan yang belum ada perubahan gitu. Mungkin efek dari bencana kali ya. Tapi kan sekarang udah mulai banyak direnovasi.” jelas Nisa.
Namun Nisa sedikit kecewa karena ekspektasi awalnya terhadap USK tidak sesuai dengan realita.
“Eum, gimana ya, untuk kampusnya sendiri di luar ekspektasi sih, karna emang belum ada perubahan, masih bangunan tua yang banyak bagian-bagian udah gak layak atau udah rusak. Teruskan pas liat di-yt (youtube) tentang USK itu bangunan yang ditampilkan ternyata Fakultas MIPA jadi Nisa udah bayangin kalo USK itu bakalan bagus dari itu. Tapi sekarang lagi direnov bangunan baru, dan Nisa mikir ini siapnya pasti pas kami dah jadi alumni” ungkap Nisa
Cut Shafiyyah Zalva, mahasiswi prodi Psikologi juga memilih USK sebagai tempat untuk melanjutkan Pendidikan sarjananya. Cut sendiri berasal dari Bogor dan sebelumnya sudah pernah ke Aceh tapi ketika umurnya masih lima tahun. Cut sudah menargetkan USK bahkan sejak awal dia masuk SMA.
“Waktu awal aku masuk SMA, aku udah cari-cari di google univ di beberapa daerah ada apa aja, karena tadinya mau cari beasiswa. Trus ketemu USK yang paling bagus di Aceh. Di Jawa kan kasus covidnya tinggi, sedangkan aku emang udah planning mau ngerantau. Trus di Aceh juga kan ada sodara, jadi cari info tentang USK. Ternyata akreditasi FK udah A juga jadi aku pilih USK,” kata Cut.
Cut sendiri tidak banyak berekspektasi pada USK awalnya, tapi ia cukup puas dengan sistem akademik dan organisasi-organisasi yang ada di USK.
“Waktu itu juga gak banyak ekspektasi, tapi kalo dari akademik lumayan sesuai ekspektasi, kalo dari sisi organisasi di luar ekspektasi sih. Organisasinya keren-keren, banyak banget adain kegiatan gitu. Aktif-aktif semua organisasinya. Kalo di kedokteran kayak AMSA, CIMSA gitu aktif-aktif banget. Apalagi organisasinya udah tingkat internasional, kalo dari Psikologi ada HIMAPSI. Mereka kegiatannya keren-keren banget,” ungkap Cut.
Namun tidak hanya mahasiswa dari dalam negeri, bahkan ada banyak juga mahasiswa dari luar negeri yang menjadikan USK sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikannya, salah satunya adalah Adzmie Awal. Mahasiswa yang berasal dari Filipina ini mengambil jurusan Accounting melalui program IBEP (International Business and Economics Program) yang dimiliki USK.
Adzmie berkeinginan dari kecil untuk menyelesaikan pendidikannya di negara lain, sekalian dengan ia ingin merasakan hidup di negara tersebut. Adzmie yakin bahwa USK dapat membantunya dalam mewujudkan masa depannya.
“I choose to study i USK since kid i wanted to finish my degree in another country. I also wanted to experience how’s life in another country. I wanted to be independent that’s why i choose to study in another country. I choose usk since as i observed USK could really help me achieve my dreams for the future,” Adzmie said.
(“Saya memilih untuk belajar di USK sejak kecil saya ingin menyelesaikan gelar saya di negara lain. Saya juga ingin merasakan bagaimana kehidupan di negara lain. Saya ingin mandiri makanya saya memilih untuk belajar di negara lain. Saya memilih USK karena menurut pengamatan saya USK sangat membantu saya untuk mencapai impian saya di masa depan.”) kata Adzmie.
Adzmie menjelaskan juga bahwa USK memberinya banyak kesempatan untuk mencoba banyak hal. Hal tersebut dirasanya dapat membantunya menemukan hobi, memperbanyak pengalaman, dan memperluas pengetahuannya. Adzmie juga menjelaskan bahwa USK memberinya banyak peluang yang akan mempermudah ia mendapatkan pekerjaan.
“I choose USK since the diversity of opportunities. USK has a large size university that could allow me to find hobbies and causes that makes me interest to get involve in various organizations. I wanted to get more experience to broaden my knowledge. The benefits of USK as well made me choose to study in usk since it has more choices of majors and specialization and more networking opportunities that could help me to get jobs,” Adzmie Explained.
(“Saya memilih USK karena keragaman peluang. USK memiliki universitas berukuran besar yang memungkinkan saya untuk menemukan hobi dan alasan yang membuat saya tertarik untuk terlibat dalam berbagai organisasi. Saya ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman untuk memperluas pengetahuan saya. Manfaat USK juga membuat saya memilih untuk belajar di USK karena memiliki lebih banyak pilihan jurusan dan spesialisasi dan lebih banyak peluang jaringan yang dapat membantu saya mendapatkan pekerjaan.”) Jelas Adzmie.
Editor: Hijratun Hasanah






![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


