
Ahlul Aqdi | DETaK
Darussalam – Pelaksanaan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) Universitas Syiah kuala kembali dilaksanakan secara tatap muka setelah selama 2 tahun berturut-turut (2020 dan 2021) dilaksanakan secara daring. Pelaksanaan Pakarmaru USK 2022 dilaksanakan di AAC Dayan Dawood selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 4 Agustus 2022.
Pakarmaru 2022 dilaksanakan dengan sistem sesi, di mana setiap fakultas mendapat jadwal masing-masing 1 hari dari jam 07.00 hingga 18.00. Berbeda dengan 3 tahun sebelumnya yang juga dilaksanakan secara tatap muka di Masjid Jamik selama 2 hari.

Beberapa mahasiswa baru (Maba) mengeluhkan pelaksanaan Pakarmaru 2022 yang 1 hari penuh tersebut. Salah satunya adalah Fuji Lestari, maba Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mengaku pelaksanaan Pakarmaru dari pagi hingga sore tersebut cukup menguras tenaganya.
“Menurut Fuji, Pakarmaru dari jam 7 pagi sampe jam 6 sore itu cukup menguras tenaga meskipun kegiatannya duduk aja,” ujarnya.
Senada dengan Fuji, Asysyifa Yuna Rahima, maba Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga mengaku cukup lelah mengikuti Pakarmaru tersebut, sehingga ia merasa tidak maksimal menyerap materi yang disampaikan.
“Yang Syifa rasakan pada saat Pakarmaru yang seharian pastinya capek, Bang. Karena Pakarmaru ini untuk pengembangan karakter dan akademik jadi adanya penyampaian materi dari banyak pihak, tapi karena seolah diburu waktu seharian untuk materi, kurang efektif jadinya materi yang dapat diresap, saya sendiri merasa kurang fokus karena kelelahan,” ungkap Syifa.
Tidak jauh berbeda, Inez Vermatasari, maba Fakultas Kedokteran juga merasa tidak maksimal dalam menerima materi selama Pakarmaru. “Kalau menurut Inez, 1 hari full itu ga maksimal dalam penerimaan materi. Karena untuk materi-materi setelah ishoma pun kurang diperhatikan dengan baik, karena sudah bosan duluan. Dan juga karena udah siang pun orang-orang bawaannya ga semangat seperti paginya,” kata Inez.
Cut Radita Milati, Dokter Tim Medis Pakarmaru USK 2022 mengungkapkan bahwa di hari pertama Pakarmaru tercatat ada 10 orang yang sakit dan mendatangi posko medis, di hari kedua ada 11 orang, dan di hari ketiga, hingga 16.20 WIB ada 25 orang. Cut juga menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara banyaknya mahasiswa yang sakit dengan jadwal kegiatan Pakarmaru.
“Ada hubungan antara banyaknya yang sakit dengan jadwal kegiatan Pakarmaru yang dari pagi sampai sore. Terlalu padatnya kegiatan, ditambah lagi cuaca juga mendukung, jadi daya tahan tubuhnya mudah terganggu, mereka jadi gampang sakit. Mulai dari pusing, mual, demam, ada juga nyeri haid,” jelasnya.
Hingga di hari ketiga, sudah ada 3 orang yang dirujuk ke Rumah Sakit Pendidikan USK karena sesak napas. Hal ini dibenarkan oleh Joice Cavin Pardede, petugas medis dari PMI USK. “Kemaren ada 1 orang, sekarang ada 2 orang yang sesak napas,” ungkap Cavin.
Meskipun Pakarmaru membuat beberapa mahasiswa merasa kelelahan, tapi mereka juga mengaku Pakarmaru 2022 seru karena hiburan-hiburannya. “Tapi biarpun waktunya selama itu tetep seru kok, karna diselingi hiburan. Terus beruntungnya lagi pihak kampus menyediakan snack dan makan siang jadi kami sebagai peserta merasa aman,” tutur Fuji.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Inez, “Seru banget, Bang. Karena kan kemarin selama 2 tahun ini semua kegiatan perkuliahan itu online, jadi pas offline euforianya lebih kerasa.”
Sama seperti Inez dan fuji, Syifa juga mengaku Pakarmaru 2022 yang diikutinya seru dan sangat menambah wawasan.
“Untuk experience-nya seru, ada selingan hiburan dari kating berupa nyanyian, materi yang disampaikan pemateri juga membuat wawasan saya menjadi lebih luas mengenai perkuliahan maupun di luar perkuliahan,” pungkas Syifa.[]
Editor: Indah Latifa










