Beranda Terhangat Menteri Ketenagakerjaan RI Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Milad USK ke-64

Menteri Ketenagakerjaan RI Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Milad USK ke-64

BERBAGI
Suasana Ruangan saat Sidang Terbuka Milad USK Ke-64. 26/09/2025.(Zahra Zakkya Attamy [AM]/DETaK)

Kamilina Junita Damanik [AM] dan Zahra Zakkya Attamy [AM] | DETaK

Darussalam–Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI), Prof. Yassierli, menyampaikan orasi ilmiah berjudul Future Proof Mindset dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-64 di Gedung AAC Dayan Dawood pada Jumat, 26 September 2025.

Acara ini turut dihadiri  Staf Khusus KementerianT enaga Kerja, Prof. Sukro Muhab, perwakilan Gubernur Aceh, asisten administrasi umum Pemerintah Aceh, Dr. Muhammad Diwarsy, perwakilan Pangdam Iskandar Muda dan perwakilan Kapolda (Kepolisian Daerah) Aceh serta wakil (Waka) Polda Aceh yakni Brigjen Polisi AriWahyu Widodo, SIK. Selain jajaran pimpinan internal, turut hadir tokoh-tokoh akademik seperti Rektor USK periode sebelumnya dan sejumlah Rektor universitas mitra di Aceh.

Iklan Souvenir DETaK

Dalam laporan tahunannya, Rektor USK Prof. Marwan memaparkan bahwa USK terus melaju pada jalur ambisius menuju status World Class University melalui transformasi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

“Transformasi menjadi PTNBH bukan sekadar perubahan status, melainkan langkah strategis menuju mutu pendidikan berkelas dunia,”jelasnya.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa USK telah menunjukkan dampak nyata secara global. USK menempati peringkat ke-66 di dunia untuk Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke- 4 (Quality Education) dan peringkat 79 dunia untuk SDGs ke-14 (LifeBelow Water) dalam THE Impact Ranking.

“Capaian ini lahir dari kerja kolektif. USK kini membuktikan bahwa dari Aceh lahir universitas yang mampu bersaing dan berdampak,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Yassierli menyoroti tantangan era VUCA (Volatile, Uncertain,Complex, Ambiguous) yang diperburuk oleh akselerasi digital dan kecerdasan buatan. Ia memperingatkan bahwa jutaan pekerjaan berisiko hilang. Menurutnya, solusi untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan mampu adaptif dalam perkembangan teknologi.

“50% pekerjaan yang ada di industri saat ini akan menjadi tidak relevan dalam 10 tahun yang akan datang dan banyak pakar mengatakan the only solution adalah to be agile to be adaftif . To be agible memiliki mindset yang berbeda dengan mindset yang kita miliki saat ini,” tambahnya.

Azizah Amalia Nafa, salah satu peserta mengungkapkan antusiasme nya mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan ilmu langsung dari Menteri Ketenagakerjan sehingga membuka pikiran yang lebih luas.

“Saya sangat bangga rasanya ikut kegiatan ini karena dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan dan banyak juga motivasi serta ilmu yang saya dapatkan mengenai growth mindset yang dipaparkan oleh Pak Menteri,” ujarnya.[]

Editor: Amirah Nurlija Zabrina