Beranda Terhangat Lebih Dekat dengan Duta Anti Narkoba USK 2022

Lebih Dekat dengan Duta Anti Narkoba USK 2022

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Shahibah Alyani | DETaK

Darussalam- Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menyelenggarakan pemilihan Duta Anti Narkoba USK 2022 hingga penobatannya yang dilaksanakan pada 26 April 2022 di Gedung AAC Dayan Dawood USK.

Pemilihan Duta Anti Narkoba USK 2022 merupakan ajang yang pertama kalinya diadakan di USK. Duta terpilih adalah Arita Yuda Katiara Rizki dari Fakultas Keperawatan dan Rani Salsabila Efendi dari Fakultas Kedokteran.

Iklan Souvenir DETaK

Pada kesempatan ini, Tim DETaK mewawancarai keduanya untuk bertanya tanggapan mereka terhadap ajang pemilihan yang baru saja mereka lewati serta rencana program dan harapan kedepannya.

Sebelumnya, mereka mengaku senang dapat terpilih menjadi Duta Anti Narkoba USK 2022. Adapun alasan mereka mengikuti ajang ini adalah karena latar belakang jurusan yang mengarah pada kesehatan, serta ketertarikan dalam mengurangi kasus penyalahgunaan narkoba.

“Perasaan saya ketika dinobatkan menjadi Duta Anti Narkoba USK, bercampur haru juga, merasa tidak percaya. Saya sangat tertarik dengan yang berbau narkoba. Sebelumnya dengan basic saya yaitu ilmu keperawatan juga, hal ini sangat membantu saya dalam belajar hal baru dan menunjang dari ilmu pengetahuan saya, dan memberi wawasan yang luas bagi saya. Selain itu juga kenapa saya berminat, karena maraknya kasus narkoba yang ada di Aceh ini juga menjadi latar belakang, kenapa saya tertarik untuk menjadi duta anti narkoba,” ucap Arita Yuda Katiara Rizki.

“Merasa memiliki tanggung jawab moral secara tidak langsung, sebagai mahasiswa kedokteran harusnya sudah mulai proaktif untuk menyosialisasikan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Karena ini juga sangat berdampak terhadap banyak aspek ya, sehingga dengan rasa minat ini ataupun keinginan untuk menjadi duta anti narkoba ini, udah sekalian dan mewakili teman-teman yang saat ini menekuni dunia medis,” tambah Rani Salsabila Efendi.

Untuk program yang akan dijalankan berikutnya, Arita Yuda Katiara Rizki menjelaskan akan ada kegiatan berbentuk penyuluhan dan seminar, serta program IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) yang akan bekerja sama dengan BNN dan Kementerian Kesehatan.

“Mungkin yang pertama kami akan menjalankan beberapa penyuluhan dan juga membuat seminar untuk mengedukasi teman-teman mahasiswa, baik mahasiswa maupun pelajar yang ada di daerah Kota Banda Aceh. Dan juga kami bersama-sama dengan pihak BNN juga aktif nantinya, akan ikut sosialisasi dan juga memerangi dan membuat program, salah satu programnya yaitu IPWL, Institusi Penerima Wajib Lapor, di mana pada institusi ini para mahasiswa bebas mengirimkan ataupun melaporkan tindakan. Ataupun mereka ingin menyerahkan diri, ingin bertobat untuk rehabilitasi. Nah datanya akan aman akan rahasia, namun akan direhabilitasi. Baik rawat jalan maupun rawat inap nantinya,” tutur mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan angkatan 2021 ini.

Rani Salsabila Efendi pun turut menjelaskan bahwa yang terpenting adalah dengan cara pendekatan serta akan diadakannya forum nasional nantinya.

“Jadi cara paling utama adalah kita akan melakukan pendekatan secara personal. Bisa itu melalui informasi-informasi edukatif, dan kita lakukan pendekatan lebih ke menanamkan prinsip dan juga menanamkan pola pikir. Bahwa narkoba itu tidak boleh disalahgunakan, kemudian juga akan adanya forum nasional nantinya yang kita akan berusaha berpartisiasi aktif juga,” imbuh mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2019 ini.

Untuk harapan, dari Rani Salsabila Efendi ialah agar mahasiswa USK sendiri memiliki kesiapsiagaan. Dinilainya, ini merupakan hal yang paling utama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Mahasiswa harus lebih kritis dan harus mengetahui dampaknya, karena mahasiswa sudah selayaknya dapat berpikir secara logis dan ilmiah. Sehingga kalau misalnya mahasiswa terutama di USK saat ini memiliki prinsip dan juga pola pikir untuk tidak merusak dan menghancuran drinya dan orang-orang di sekitarnya, harusnya ini menjadi salah satu langkah awal yang paling baik untuk kita semua. Harapannya, mahasiswa USK itu lebih aware terhadap lingkungan sekitar, terhadap teman-teman. Dan mengetahui jika ada teman-teman yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba, kita bisa sama-sama membantu untuk mengentikan agar tidak terjadi kecanduan yang mengakibatkan hal yang fatal,” harapnya.

Sementara Arita Yuda Katiara Rizki berharap agar angka kasus penyalahgunaan narkoba dapat menurun.

“Karena seperti yang kita ketahui ada 80 ribu kasus saat ini, dan baru hanya 20 ribu kasus yang direhabilitasi. Sehingga kami berharap, dengan adanya kami sebagai Duta Anti Narkoba USK, khususnya di lingkungan kampus, dapat menekan dari penyalahgunaan yang digunakan oleh mahasiswa,” ujarnya.

Keduanya juga berharap dengan adanya Duta Anti Narkoba sebagai perpanjangan tangan dari BNN, dapat menekan dari angka kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di USK. []

Editor: Aisya Syahira