
Muhammad Amrullah Ali [AM] | DETaK
Banda Aceh – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Syiah (USK) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) untuk calon anggota baru di Banda Aceh dan Aceh Besar pada 16-19 November 2023 dan diikuti oleh 21 peserta.
Raja, selaku Ketua Panitia menjelaskan pada tanggal 16 dan 17, peserta memperoleh beberapa materi, dua di antaranya adalah materi survival dan navigasi. Pada tanggal 18, peserta menjalani simulasi bertahan hidup di Waduk Bakara dengan bekal seadanya dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Jadi tanggal 16 dan 17 itu mereka mendapatkan materi survival dan navigasi dan lainnya. Di tanggal 18 mereka akan simulasi survival atau bertahan hidup di Waduk Bakara. Nah, itu dimulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore, jadi mereka di situ mereka akan belajar bagaimana cara kita bertahan hidup di hutan dengan bekal yang seadanya,” jelasnya.
Raja mengungkapkan tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk melatih calon anggota baru agar dapat memiliki mental dan fisik yang lebih kuat serta siap dalam memberikan pertolongan dan menghadapi tantangan di lapangan.
“Setelah mereka mengikuti kegiatan ini adalah mereka lebih kuat dari mental dan fisik karena di sini mereka diajarkan banyak hal seperti bagaimana penyelamatan korban baik itu di darat dengan menggunakan vertikal rescue dan bagaimana penyelamatan di air. Nah, ketika setelah mereka mengikuti pelatihan ini kami harap ketika ada bencana ataupun bukan, ataupun ada kelompok lain yang membutuhkan pertolongan kami sebagai organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, mereka tidak terkejut lagi dan mereka siap menghadapi tantangan-tantangan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Raja berharap calon anggota baru dapat mengimplementasikan ilmu yang diberikan pada pelatihan sehingga siap dalam menghadapi bencana, situasi tidak lazim, kekurangan bahan makanan, dan dapat menyelamatkan korban.
“Contohnya seperti ketika ada bencana ataupun peperangan maka kita dihadapkan dengan situasi yang tidak lazim, kekurangan bahan makanan dan lain-lain. Jadi adanya pelatihan ini agar mereka sudah terbiasa dan dapat mempersiapkan diri untuk terjun ke lapangan dan dapat implementasikan apa yang mereka apa yang diajarkan kepada mereka agar dapat nantinya mereka bisa melakukan penyelamatan korban dan lain-lainnya,” harap Raja.
Selain itu, Raja juga menambahkan pelaksanaan pelatihan tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena mereka membawa calon anggota terjun langsung ke hutan.
“Perbedaan kegiatan ini dan kegiatan tahun lalu adalah dari tempat survival dan konsep survival karena di tahun ini kami benar-benar membawa mereka ke hutan,” tambahnya.
Dafa, salah satu peserta mengatakan bahwa kegiatan ini memberikannya pengalaman-pengalaman dan aktivitas baru, seperti mendaki gurung, turun tebing dan menyelam.
“Terkait tentang kegiatan SAR yang kami ikuti tentunya kegiatannya sangat seru penuh dengan hal baru dan pengalaman-pengalaman yang baru banyak kegiatan-kegiatan yang baru pertama kali saya lakukan dan saya temui selama sar ini seperti mendaki gunung, turun tebing, dan latihan penyelamatan air, seru pokoknya,” ujarnya.
Editor: Masya Pratiwi





![[DETaR] Tips Olahraga di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-15-at-15.23.21-100x75.jpeg)
![[DETaR] Ramadan dan Tantangan Menjaga Hidrasi Tubuh](https://detakusk.com/wp-content/uploads/2026/03/Ilustrasi_Ramadhan-dan-Tantangan-Menjaga-Hidrasi-Tubuh-100x75.png)


